Berbagi Kisah Pahlawan Pangan di CyberSpace

Berbagi kisah Pahlawan pangan di cyberspace.(FAO)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 9 Februari 2022 | 15:10 WIB

Sariagri - Saat ini bertani tidak hanya menggeluti tanah berlumpur dan becek tetapi memasuki dunia digital. Digitalisasi telah mewarnai berbagai proses dalam pertanian mulai dari pemasaran, penerapan teknologi terkini untuk mendongkrak produksi hingga berbagi kisah sukses.

Pertanian di Indonesia mengalami percepatan digitalisasi pertanian, terutama di masa pandemi. Dengan semangat solidaritas, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT membantu para petani untuk mendukung penjualan mereka, terutama saat pembatasan mobilisasi. Petani pun mulai menggunakan internet dengan aktif. Saat pandemi, digitalisasi menjadi semakin vital bagi para petani, sekaligus bagi pembangunan pertanian di Indonesia.

Berpijak pada fakta-fakta ini, FAO merangkul digitalisasi untuk berbagi praktik terbaik pertanian dengan teknologi 3D terbaru melalui pameran virtual. Mengubah pameran offline menjadi digital menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, khususnya anak muda.

Pameran virtual yang dapat dikunjungi di www.pahlawanpangan.com menampilkan kisah-kisah para petani, nelayan, peternak, dan komunitas di hutan yang bertahan selama pandemi. Ada empat sektor yang dihadirkan dalam pameran yaitu kesehatan hewan, pertanian, kelautan dan perikanan serta kehutanan.

“Selama masa pandemi yang sulit, kita tidak punya pilihan lain selain memodernisasi sistem kita, terutama dalam rantai pangan. Jika melihat statistik, ada juga pertumbuhan layanan komunikasi selama pandemi. Layanan mobile, pemasaran online, e-commerce, big data, GIS dan platform geospasial dan sistem manajemen pengetahuan telah menjadi bagian dari masyarakat modern, dan sekarang para petani menggunakannya untuk kehidupan sehari-hari mereka", kata Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal dalam siaran persn yang diterima Sariagri.id, Rabu (9/2/2022).

Dalam pameran virtual itu, selain virtual booth dan cinema, para pengunjung juga dapat melihat model peternakan unggas yang telah menerapkan skema biosekuriti 3Zona untuk mencegah kuman mencemari peternakan, dan produk makanan.

Baca Juga: Berbagi Kisah Pahlawan Pangan di CyberSpace
FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan Indonesia

Pameran juga menampilkan miniatur pelaksanaan perikanan tambak Beje, sebuah metode perikanan tradisional dari Kalimantan Tengah dimana masyarakat Dayak menggali kolam kecil di daerah rawa dan gambut di dekat sungai besar.

Praktik perikanan berkelanjutan seperti Beje memainkan peran utama dalam sistem pangan dan konservasi ekosistem.

“Semakin banyak orang memiliki akses ke Internet di negara ini. Hal ini membuat pertanian digital adalah salah satu kendaraan utama untuk mengubah sistem pangan Indonesia menjadi lebih baik. Fakta bahwa Indonesia sebuah negara kepulauan memiliki masalah dengan akses geografis di banyak tempat. Oleh karena itu, digitalisasi adalah kunci transformasi pertanian pangan di Indonesia”, tambah Rajendra.'

Pameran virtual di www.pahlawanpangan.com akan berlangsung hingga akhir Desember 2022.

Video:

Video Terkait