Tauco, Fermentasi Kedelai yang Punya Manfaat Lezatkan Masakan

Ilustrasi tauco (Istimewa)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 28 Januari 2022 | 18:05 WIB

Sariagri - Selain berasal dari tanaman herbal dan rempah-rempah, ada juga produk yang sering digunakan sebagai bumbu masakan, yaitu tauco.

Bumbu ini merupakan salah satu produk hasil fermentasi dari kedelai yang sering digunakan untuk menambah cita rasa asin. Umumnya ia digunakan sebagai bahan tambahan dalam menu tumisan atau pembuatan sambal, agar terasa gurih dan lezat.

Ada dua jenis bahan baku pembuatan tauco yakni kedelai hitam atau kedelai kuning. Namun yang paling sering digunakan adalah kedelai kuning.

Proses pembuatan produk ini di Indonesia masih dilakukan secara tradisional. Produsen tauco yang terkenal berada di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, dimana daerah ini menjadi kota asalnya.

Kota ini sudah sejak lama terkenal dalam memproduksi bumbu ini, bahkan sampai ke berbagai daerah. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke Cianjur hanya khusus untuk membeli ini.

Apa itu tauco?

Tauco memiliki bentuk seperti pasta dengan warna kekuningan dan aroma yang kuat. Rasanya cenderung sendiri agak asin, segar dan asam dari fermentasi. Di Tiongkok bumbu ini lebih dikenal dengan nama chiang, sedangkan di Korea Selatan disebut doenjang.

Meskipun terlihat mirip dan sama-sama dari fermentasi kedelai, tetapi kedua bumbi ini sangat berbeda. Hal ini bisa dilihat dari proses pembuatan dan juga rasa.

Manfaat penggunaan

Hingga saat ini penambahan bumbu ini banyak digunakan dalam beragam menu masakan sebagai penyedap, seperti tumis kangkung, genjer dan soto Pekalongan.

Selain sebagai penyedap masakan, bumbu ini juga memiliki manfaat sebagai penambah aroma untuk masakan kuah atau tumis. Hal ini dikarenakan aromanya yang sangat khas dan kuat.

Bahkan bumbu ini juga digunakan untuk bahan alternatif pengganti daging, karena bentuknya yang mirip daging cincang. Meski begitu, penggunaannya lebih baik digunakan untuk saus pelengkap.

Cara pembuatan

Dalam proses pembuatan ini, bisa dibilang cukup memakan waktu lama, yakni mencapai tiga bulan. Bahan utama dalam pembuatan tauco adalah kacang kedelai. Ada beberapa prosesn pembuatannya, dimulai dari :

1. Pemilihan kedelai

Proses ini menjadi prioritas utama dan langkah awal sebelum pembuatan dimulai. Hal ini dikarenakan kedelai yang berkualitas bagus akan mempengaruhi rasa.

2. Penjemuran

Ketika sudah melewati proses pemilihan kedelai, selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari. Proses ini dilakukan kurang lebih satu minggu, untuk memastikan kedelai benar-benar dalam keadaan kering.

3. Penggilingan

Setelah itu, proses berikutnya adalah penggilingan. Kedelai akan dimasukkan di mesin pengiling. Proses menggiling ini bisa menghabiskan waktu selama dua jam. Dalam proses ini terjadi pemisahan antara kulit dan biji.

4. Perebusan

Selanjutnya masuk ke tahap perebusan. Proses ini memakan waktu cukup lama yaitu lima sampai enam jam. Ketika sudah direbus, kedelai selanjutnya ditiris dan dijemur lagi di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

Baca Juga: Tauco, Fermentasi Kedelai yang Punya Manfaat Lezatkan Masakan
Kemendag Terus Pantau Pergerakan Harga Kedelai Dunia

5. Proses fermentasi

Saat sudah kering, kedelai didiamkan di dalam ruangan dengan suhu tertentu dengan penambahan tepung, dan fermentasi sampai mulai berjamur. Fermentasi ini memerlukan bantuan dari kapan mikroba Aspergillus yaitu A.oryzae dan R. oligosporus. Penggunaan jenis mikroba ini dapat memengaruhi mutu tauco yang dihasilkan.

6. Pengasinan

Ketika sudah berjamur, kedelai dipindahkan ke dalam gentong Di sini terjadi proses pengasinan karena terlah di campur dengan air garam dan dilanjutkan dengan pembumbuan lanjutan. Kedelai ini kemudian dibiarkan selama satu bulan sampai airnya benar-benar menyusut hingga akhirnya kedelai siap digunakan.

Video Terkait