Ketika Serangga Kini Mulai Jadi Makanan yang Disukai Warga Australia

Makanan berbasis serangga yang kaya protein. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 27 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Serangga adalah makanan yang bergizi, lezat dan sumber protein alternatif yang berkelanjutan. Lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, terutama di daerah tropis mengonsumsi serangga. Sementara orang-orang di kawasan Amerika, Eropa dan juga Australia belum terbiasa dengan sajian makanan ini.

Namun berdasarkan sebuah survei terbaru, banyak orang Australia yang mau mengonsumsi serangga sebagai makanan alternatif di masa depan. Survei dilakukan sebuah lembaga swasta terhadap 601 orang dewasa Australia tentang pengalaman dan sikap mereka terhadap serangga yang dapat dimakan.

Hasilnya, dari orang dewasa yang disurvei, 56,2% di antaranya menyatakan mereka mungkin akan memakan serangga di masa depan. Mereka ini adalah orang yang belum pernah mencoba makan serangga. Sementara untuk orang dewasa yang sudah pernah mencoba, hasilnya 82,2% mau makan serangga. Sebanyak 35% dari mereka sebelumnya pernah mencoba serangga, paling sering jangkrik dan belalang, demikian dikutip dari phys.org.

Sumber protein

Serangga sebenarnya telah menjadi makanan pokok penduduk asli Australia selama puluhan ribu tahun. Orang Romawi dan Yunani kuno juga memakan serangga. Namun peralihan dari gaya hidup pemburu-pengumpul ke pertanian dan urbanisasi, serta pengaruh budaya barat telah membuat banyak orang mulai kehilangan selera untuk makan serangga.

Padahal, populasi global yang terus tumbuh membutuhkan sumber protein alternatif untuk memenuhi kebutuhan produksi pangan di masa depan secara berkelanjutan. Permintaan protein terus meningkat bahkan mencapai 76% pada tahun 2050 menurut FAO, tetapi produksi dibatasi karena sumber daya bumi yang terbatas.

Serangga yang dapat dimakan memiliki potensi sebagai makanan masa depan yang penting, karena menawarkan sumber protein bergizi yang lebih berkelanjutan untuk diproduksi dengan menggunakan lebih sedikit lahan, energi, dan air.

Mengapa serangga belum populer

Banyak alasan mengapa orang Australia belum membiasakan diri makan serangga, selain karena serangga memang belum banyak di menu rumah makan. Namun menurut mereka, dukungan pemerintahan dan banyaknya ulasan di media arus utama tentang serangga yang dapat dimakan, akan meningkatkan minat mereka untuk makan serangga.

Bagi mereka yang ingin mencoba makan serangga, tepung berbahan dasar serangga (seperti roti dan biskuit), semut berlapis cokelat dan jangkrik adalah pilihan utama. Namun, tidak semua spesies diterima dengan cara yang sama, seperti ngengat atau larva lalat.

Baca Juga: Ketika Serangga Kini Mulai Jadi Makanan yang Disukai Warga Australia
Masih Dianggap Tabu, Ilmuwan Cari Cara agar Serangga Lebih Lezat Saat Dinikmati Manusia

Peserta survei juga mengatakan bahwa mereka bersedia makan produk berbasis serangga jika mereka mengetahui bagaimana makanan tersebut bermanfaat, baik dari sudut pandang nutrisi maupun lingkungan.

Apapun, pergeseran ke arah keinginan untuk mencoba serangga, sangat menjanjikan untuk pasar serangga yang dapat dimakan di Australia. Nah, bagaiamana dengan di Indonesia?

Video Terkait