Manfaat Jamur Merang, Makanan Kaya Protein yang Mampu Mendegradasi Limbah

Ilustrasi jamur merang (unsplash)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 27 Januari 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Jamur adalah salah satu bahan masakan yang banyak digemari. Ia juga menjadi sumber alternatif pengganti protein hewani. Ada banyak jenis jamur yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah jamur merang.

Jamur ini merupakan jamur saprofit yang cukup langka. Ia bisa tumbuh pada substrat organik dari hewan atau tumbuhan yang sudah mati. Kemudian, substrat tersebut diubah menjadi zat yang mudah diserap. Biasanya, media tempatnya tumbuh adalah jerami padi atau merang, sehingga penamaannya disebut sebagai jamur merang.

Terdapat dua jenis jamur ini yang dijual di pasaran, yaitu merang putih dan merang hitam. Saat ini penggunaan jamur tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga sudah banyak diolah menjadi bubuk kaldu jamur merang untuk menambah cita rasa gurih pada masakan.

Spesifikasi jamur merang

Jamur ini merupakan salah satu spesies jamur pangan Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropics. Ia juga dikenal sebagai warm mushroom, sebab hidup dan mampu bertahan pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38 °C dengan suhu optimum pada 35 °C.

Sesuai dengan nama ilmiahnya, jamur ini memiliki volva atau cawan berwarna cokelat muda yang awalnya merupakan selubung pembungkus tubuh buah saat masih stadia telur (masih muda). Tubuh buah yang masih muda memiliki bentuk bulat seperti telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung.

Pada tubuh buah yang sudah dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna coklat muda. Batangnya kuat, berdaging, silindris, dan berwarna keputihan. Umumnya jamur yang dijual untuk keperluan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.

Budidaya

Jamur pangan ini pertama kali dibudidayakan di Tiongkok sekitar tahun 1560 dan masuk Indonesia sekitar tahun 1650. Jamur ini biasa tumbuh pada media limbah organik, karena kemampuannya untuk mendegradasi limbah tersebut. Sehingga budidaya jamur ini menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi limbah sisa pertanian seperti merang atau sekam padi. Hal inilah yang membuatnya dinamakan jamur merang.

Manfaat jamur merang untuk kesehatan

Tekstur jamur yang dalam bahasa Acehnya disebut kulat jumpung ini, cukup kenyal sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi beragam jenis masakan. Selain itu jamur pangan ini kaya akan kandungan gizi.

Dalam 100 gram jamur merang diketahui memiliki kandungan nutrisi seperti asam folat, protein, karbohidrat, serat, lemak, zat besi, ash, fosfor, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalium, dan tembaga.

1. Meningkatkan imun tubuh

Kandungan ergothioneine pada jamur ini berperan sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Ditambah lagi, kandungan vitamin A, B kompleks, dan C nya dapat meningkatkantahan tubuh, sehingga tubuh jauh dari penyakit.

2. Menurunkan kolesterol

Jamur ini memiliki protein tinggi yang baik untuk kesehatan tubuh. Protein ini berfungsi dalam pembakaran kolesterol jahat di dalam sistem pencernaan. Oleh karena itu, kamu juga bisa menjadikan jamur ini sebagai alternatif sumber protein.

3. Mendukung pertumbuhan anak

Kandungan protein dalam jamur ini juga berperan dalam membantu proses pertumbuhan bagi anak-anak. Proteinnya termasuk tidak memiliki kandungan lemak jahat, sehingga tidak memicu penumpukan kolesterol dalam tubuh.

Baca Juga: Manfaat Jamur Merang, Makanan Kaya Protein yang Mampu Mendegradasi Limbah
Fakta Jamur Kancing, Sumber Vitamin D Alami yang Berasal dari Non Hewani

4. Mengurangi risiko diabetes

Jamur ini baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Pasalnya kandungan lemak dan karbohidratnya bisa dikatakan rendah. Antibiotik yang terkandung didalamnya juga berkhasiat untuk mencegah infeksi akibat luka dari penyakit diabetes.

5. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas sangat berbahaya bagi tubuh. Banyaknya radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan mulai dari penuaan dini hingga risiko penyakit kanker. Jamur ini memiliki flavonoid dan selenium, dimana senyawa ini terbukti bisa menangkal radikal bebas.

Video Terkait