Penting! Cegah Anak Stunting Dimulai dari Sebelum Kehamilan

Ilustrasi - Susu sumber protein.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 26 Januari 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Saat hamil, perempuan mengalami banyak perubahan baik fisik maupun emosionalnya karena adanya perubahan hormon dan perkembangan janin di dalam rahim. Selain itu muncul dorongan besar untuk mengubah gaya hidup di masa kehamilan karena mempertimbangkan kondisi bayi yang sedang dikandungnya.

Agar janin berkembang dengan baik dan bayi bisa lahir dalam kondisi sehat, umumnya ibu hamil melakukan perubahan gaya hidup yang lebih baik. Salah satunya dengan melakukan perbaikan nutrisi.

Menurut dr. Dhika Prabu Armadhanu, SpOG (K)., M.Kes, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSU Kabupaten Tangerang, kebiasaan ibu yang baru mulai menjaga kesehatan dengan makan makanan bernutrisi setelah mengetahui dirinya hamil kurang tepat. Seharusnya, lanjut dia, asupan nutrisi tercukupi sejak sebelum hamil agar tidak ada gangguan selama kehamilan.  

Namun, masih banyak ibu tidak menyadari dirinya kekurangan nutrisi penting yang sebenarnya dibutuhkan untuk perkembangan bayi di dalam kandungan.

Baca Juga: Penting! Cegah Anak Stunting Dimulai dari Sebelum Kehamilan
Pandemi COVID-19 Belum Usai, Ini 4 Makanan Penting yang Mengandung Vitamin D

“Kehamilan bagus itu juga tergantung plasentanya. Kalau plasenta ibu hamil bagus, pastinya kehamilan pun bagus. Supaya plasenta dalam kondisi baik ketika kehamilan, perlu perencanaan kehamilan sebelum pernikahan. Paling tidak tiga bulan sebelum pernikahan, pasangan harus mulai merencanakannya. Calon ibu harus mendapatkan cukup nutrisi agar siap menghadapi kehamilan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).  

Salah satu cara mengenali ibu hamil mengalami defisiensi nutrisi adalah ketika berat badannya tidak bertambah, bahkan mengalami penurunan. Sedangkan janin bertambah berat.
 
Ibu hamil yang mengalami kurang gizi tidak hanya berisiko mengalami anemia atau preeklamsia, tetapi defisiensi nutrisi juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Ibu berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, melahirkan bayi prematur dan menimbulkan risiko anak mengalami stunting.
 
Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia 2021, stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Meski angka stunting di Indonesia mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya masih berada di atas negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Video terkait:

Video Terkait