Fakta Jamur Kancing, Sumber Vitamin D Alami yang Berasal dari Non Hewani

Ilustrasi jamur kancing (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 26 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Ada beragam jenis jamur yang banyak ditemukan dan aman dikonsumsi oleh manusia, salah satu diantaranya adalah jamur kancing. Jamur dengan nama latin Agaricus bisporus ini termasuk ke dalam filum Basidiomycota, dimana terdiri dari semua Fungi yang memproduksi spora dalam bentuk struktur mikroskopik yang biasa dikenal basidia.

Saat ini jamur yang hidupnya di hutan liar atau padang rumput ini, sudah sangat mudah ditemukan. Ia menjadi jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Budidaya jamur ini pertama kali dilakukan di Prancis yakni sekitar tahun 1975. Di negeri asalnya tersebut jamur ini tumbuh ideal pada suhu 15-17˚C.

Jamur ini memiliki rasa yang sangat lezat sehingga tidak heran jika jamur ini banyak digemari oleh semua kalangan. Saat ini sudah banyak berbagai macam olahan jamur kancing, seperti tumis jamur, atau digunakan sebagai pelengkap dalam pizza, omelette, dan kaserol karena rasanya yang menyerupai daging dan agak manis.

Ciri-ciri jamur kancing

1. Jamur ini memiliki bentuk bulat yang hampir menyerupai kancing.
2. Memiliki perakaran yang serabut dan juga melekat pada substrat.
3. Memiliki tudung yang hampir menyerupai kancing.
4. Berwarna putih bersih, krem atau coklat muda.
5. Memiliki tangkai yang relatif pendek.
6. Tidak memiliki klorofil

Kandungan dan manfaat jamur kancing

Selain karena rasanya yang enak, jamur ini juga kaya akan serat, vitamin dan potassium. Ia juga termasuk rendah kalori sehingga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet kalori. Bahkan jamur ini merupakan satu-satunya produk non hewani yang mengandung vitamin D alami untuk vegetarian.

1. Menurunkan risiko kanker

Jamur ini memiliki sifat antioksidan, seperti polifenol, polisakarida, selenium, dan vitamin C, yang berperan dalam menurunkan risiko kanker. Hal ini dikarenakan molekul antioksidan dapat mencegah tekanan oksidatif, kondisi yang memicu kerusakan sel akibat radikal bebas berlebih.

2. Mengendalikan kadar gula darah

Berdasarkan jurnal International Journal of Biological Macromolecule, kandungan polisakarida dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

3. Memelihara kesehatan jantung

Beta glucan pada jamur merupakan jenis serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Sementara ergothioneine juga disebut-sebut dapat menurunkan kadar trigliserida. Jika keduanya tidak dikendalikan maka dapat memicu masalah jantung.

4. Menjaga kesehatan usus

Jamur ini juga mengandung polisakarida, yang berperan sebagai prebiotik. Dengan adanya zat ini maka akan sangat mendukung bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan sehingga menjaga kesehatan usus.

5. Menangkal radikal bebas

Kandungan selenium dalam jamur ini, sama fungsinya dengan flavonoid. Senyawa tersebut dikenal efektif menangkal radikal bebas dalam tubuh.

6. Menguatkan tulang

Jamur yang juga dikenal dengan nama jamur champion ini mengandung kalsium yang cukup tinggi. Kalsium ini sangat baik untuk pertumbuhan dan menguatkan tulang.

Baca Juga: Fakta Jamur Kancing, Sumber Vitamin D Alami yang Berasal dari Non Hewani
Mengenal Jamur Tiram, Tumbuhan yang Punya Kandungan Gizi Melimpah

Cara memasak jamur kancing

Jamur bisa dimasak dengan berbagai cara yaitu ditumis, dipanggang ataupun dibakar. Namun disarankan untuk tidak merebus jamur dengan air mendidih / microwave, karena dapat melepaskan nutrisi yang larut dalam air. Agar nutrisinya tetap terjaga jamur sebaiknya ditumis cepat dengan api yang besar, atau cukup dimasak dengan api kecil.

Kamu juga bisa menambahkan jamur mentah yang sudah dibersihkan, dan cincang, untuk dicampurkan dalam resep jamur kancing, seperti omelet, telur dadar, tumisan, atau sup. Jika ingin dipanggang, pisahkan topi dari batang jamur kancing, rendam jamur dalam saus pedas / tomat / sesuai selera selama 10 menit, panggang selama 3 menit atau sampai setiap sisinya meleleh seperti caramel.

Video Terkait