Mengenal Jamur Tiram, Tumbuhan yang Punya Kandungan Gizi Melimpah

Ilustrasi jamur tiram. (Foto: Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 25 Januari 2022 | 12:10 WIB

Sariagri - Pada dasarnya jamur merupakan tumbuhan tingkat rendah yang tidak berklorofil, sehingga dalam memenuhi kebutuhan makanannya sangat tergantung dari luar, misalnya sebagai saprofitik atau parasitic. Saat ini ada banyak jenis jamur yang telah dibudidaya manusia menggunakan media buatan, diantaranya adalah jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping.

Diantara ketiganya, jamur tiram merupakan jenis jamur yang paling banyak dikonsumsi. Nama tiram sendiri diambil dari bentuk tudungnya yang melengkung, lonjong, dan membulat menyerupai karang atau cangkang tiram dengan bagian tepi yang bergelombang. Bentuk tudung jamur ini menyerupai cangkang kerang atau tiram dengan bagian tepi agak bergelombang. Letak tangkai tudungnya tidak tepat di tengah tetapi terletak agak kesamping.

Spesifikasi jamur tiram

Umumnya, habitat jamur tiram adalah tempat yang lembab, terutama saat musim hujan diantara kayu-kayu yang telah lapuk, serasah, ataupun tumpukan jerami. Kemudian ketika musim kemarau tiba, jamur ini akan segera mati. Jamur termasuk tumbuhan multi seluler, yang berarti memiliki banyak sel. Mereka memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dari organisme lain, meliputi cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, sampai cara reproduksi.

Tubuh mereka dibedakan menjadi 2 yaitu tudung dan batang. Tekstur tudungnya berserat-serat seperti daging dada ayam. Di dalam tudung terdapat organ reproduksi yaitu ribuan kantung spora yang menempel pada lamela. Bentuk lamela sendiri menyerupai insang ikan, berlapis-lapis atau lembaran. Letak lamella berada tepat dibawah tudung dan sedikit kearah batang. Sementara batangnya bertindak sebagai penopang tudungnya.

Pada dasarnya seluruh bagian tubuh mereka baik tudung dan batang, dapat dan aman untuk dikonsumsi manusia. Ada berbagai resep olahan dari jamur ini yang bisa dibuat, seperti tumis jamur, dan jamur crispy.

Jenis-jenis jamur tiram

Tumbuhan yang punya nama latin Pleurotus ostreatus ini memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah :

1. Jamur putih

Sesuai dengan namanya, jamur ini berwarna putih susu hingga putih kekuningan, dan memiliki diameter tudungnya sekitar 3 – 14 cm.

2. Jamur coklat

Jamur ini berwarna putih dengan sedikit keabuan hingga berwarna abu-abu kecoklatan, dan memiliki diameter tudungnya 5 – 12 cm.

3. Jamur pink, berwarna kemerahan.

4. Jamur abu-abu, berwarna abu-abu kecoklatan hingga kuning kehitaman. Memilliki diameter tudungnya 6 -14 cm.

Manfaat jamur tiram

Jamur ini memiliki rasa yang sangat lezat dan kandungan gizi yang melimpah. Bahkan tumbuhan yang disebut juga dengan oyster mushroom ini, kerap dijadikan sebagai alternatif makanan sehat dan sumber protein bagi para vegetarian. Dirangkum dari berbagai sumber berikut manfaat jamur yang wajib diketahui :

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Zat polisakarida yang dimiliki jamur ini bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, zat tersebut juga bisa melawan makrofag, salah satu bagian dari sel darah putih yang berperan dalam melawan virus, bakteri, dan mikroorganisme lainnya.

2. Menurunkan kolesterol

Serat yang dikandung jamur bisa menurunkan kolesterol dalam darah. Selain itu, kandungan beta-glucan, salah satu bentuk serat larut air berfungsi menyerap kolesterol di aliran darah.

3. Membantu kesehatan jantung

Jamur mengandung ergothioneine yang tinggi, yakni bagian antioksidan yang mencegah terjadinya peradangan. Senyawa ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah yang memicu penyakit jantung.

5. Menangkal radikal bebas

Antioksidan dalam jamur terbilang cukup tinggi, sehingga bisa berperan dalam menangkal radikal bebas. Dengan begitu, tubuh kita akan terhindar dari penyakit dan penyebaran sel-sel kanker.

Baca Juga: Mengenal Jamur Tiram, Tumbuhan yang Punya Kandungan Gizi Melimpah
Mengenal Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Akan Nutrisi

6. Mencegah anemia

Jamur tiram memiliki kandungan tembaga yang dapat melancarkan sirkulasi darah karena membantu meningkatkan pertumbuhan sel darah merah. Dengan begitu jamur ini sangat membantu dalam mencegah penyakit anemia.

Cara menyimpan

Jamur memiliki kadar air yang cukup tinggi, oleh karena itu ketika menyimpannya harus dilakukan dengan baik dan benar. Jika tidak maka jamur akan lebih cepat busuk dan lembek. Untuk menyimpan jamur sebaiknya jangan dicuci, cukup lap dengan tisu kering lalu bungkus dengan kertas kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara. Cara ini bisa membuat jamur bertahan hingga dua hari di suhu ruang dan satu minggu jika disimpan dalam kulkas.

Video Terkait