Umur Buah dan Sayuran Bisa Tahan Sebulan dengan Gunakan Bahan Pelapis Ini

Ilustrasi buah dan sayuran (Pexels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 24 Januari 2022 | 20:50 WIB

Sariagri - Umur simpan buah dan sayur-sayuran sejak dipetik hingga sampai ke tangan konsumen kerap menjadi masalah bagi para petani. Beberapa jenis buah dan sayuran, terutama jenis klimakterik (buah dan sayuran yang matang dalam waktu singkat) memiliki umur simpan pendek, sehingga cepat matang atau bahkan cepat membusuk sebelum dibeli.

Untuk mengatasi masalah itu, seorang Ilmuwan telah menemukan ramuan baru untuk melapisi (coating) buah dan sayuran agar bisa disimpan lebih lama, bahkan hingga sebulan, dan tentu saja aman untuk dikonsumsi.

Ilmuwan India bernama Sanjib Kumar Paul menjelaskan, laju respirasi buah dan sayuran klimakterik sangat tinggi dan cepat memburuk. Buah-buahan dan sayuran ini menjadi tanaman yang mudah rusak membusuk karena kurangnya tempat dan teknologi penyimpanan yang tepat dan transportasi yang memakan waktu lama sehingga menyebabkan kerugian besar.

Paul dan timnya menggunakan tomat sebagai sampel penelitian. "Target kami adalah memberikan rentang waktu setidaknya 30 hari antara produksi dan konsumsi," kata paul yang bekerja sebagai ilmuwan di Institut Teknologi Kimia India yang berbasis di Hyderabad.

Pelapis tersebut menggunakan bahan dari campuran Chitosan, tembaga dan mentol yang mampu memperlambat laju pematangan buah-buahan dan sayuran klimakterik dengan efek antimikroba yang mengarah pada peningkatan umur simpannya

"Setelah studi panjang dan mempertimbangkan semua aspek terkait, kami menemukan bahwa kombinasi Chitosan (Polisakarida), tembaga (berukuran nano) dan mentol bisa menjadi pelapis yang sehat dan ramah pengguna, yang sesuai untuk setidaknya 28 hari umur simpan buah dan sayuran," ujarnya seperti dikutip sentinelassam.com. Baca Juga: Umur Buah dan Sayuran Bisa Tahan Sebulan dengan Gunakan Bahan Pelapis Ini
Perlukah Mencuci Buah dan Sayuran? Ini Penjelasannya



Menurut Paul, Semua bahan pelapis yang diusulkan yakni Kitosan, tembaga dan mentol mudah didapat karena tersedia di mana-mana dan harganya relatif terjangkau, sehingga sangat membantu petani buah dan sayur.

Temuan Paul ini sendiri sudah mendapatkan hak paten dari Kantor Paten India. Paten berjudul "Copper (Nanosized)-Chitosan-Menthol Edible Conglomerate Enrobe for Long Shelf-Life of Climacteric Fruit", diberikan untuk jangka waktu 20 tahun sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Paten, 1970.

 

Video Terkait