Mengenal Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Akan Nutrisi

Ilustrasi edamame (Foter)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 21 Januari 2022 | 13:20 WIB

Sariagri - Edamame adalah salah satu tanaman yang telah ada sejak 200 tahun sebelum Masehi. Tanaman ini tercatat sebagai tanaman obat yang dibudidayakan di Cina dan dikenal dengan sebutan Mao duo.

Saat ini, tanaman yang termasuk keluarga polong-polongan, ini justru lebih populer di Jepang. Mereka digunakan sebagai salah satu makanan ringan yang sering disajikan bersama Sake. Mereka sendiri baru di kenal di Jepang pada tanun 972 Masehi yang dikenal dengan nama Aomame.

Aomame pada dasarnya adalah salah satu varietas tanaman kedelai yang dipanen pada saat masih muda. Jika kedelai umumnya dipanen pada saat berusia 75 hari sampai 100 hari, maka edamame rata-rata dipanen saat tanaman berusia 60 hari.

Biji kedelai ini tidak dikeluarkan dari kulitnya dan biasanya diolah dengan cara direbus atau di panggang. Berbeda dengan biji kedelai biasa, biji mereka memiliki cita rasa yang manis dan polongnya berukuran besar.

Di Indonesia, tanaman yang punya nama ilmiah Glycine mas ini, dikenal dengan nama kedelai sayur atau kadang disebut kedelai jepang. Mereka memiliki umur lebih pendek dari kedelai pada umumnya.

Morfologis edamame

Tanaman ini tumbuh tegak mencapai 30-50 cm. Daunnya lebat dengan buah lebih besar berukuran 5 sampai 6 cm. Sebagai perbandingan, jika buah kedelai biasa sebanyak 100 biji, rata-rata memiliki berat 11-15 gram, maka mereka memiliki berat rata-rata 30-50 gram.

Di pasaran dunia, tanaman ini biasanya diperjualbelikan dalam keadaan beku. Namun sayangnya di pasar Indonesia, masih terbilang mahal meski belakangan peminatnya di tanah air mengalami peningkatan.

Manfaat edamame

Sejak dahulu, tanaman ini diyakini sebagai salah satu makanan sehat yang mengandung nutrisi tinggi. Melansir Healthline, tanaman yang diketahui mengandung protein tinggi ini, memiliki sejumlah nutrisi penting lainnya yang sangat baik untuk kesehatan.

Dalam 155 gramnya diketahui mengandung sekitar 18.5 gram protein. Jumlah ini setara dengan mengonsumsi daging atau telur.
Bahkan sumber protein utuhnya mengandung 9 asam amino esensial yang diperlukan tubuh seperti menurunkan kolesterol, mencegah diabetes, mencegah kanker dan osteoporosis. Selain itu terdapat 52 % vitamin K dan 100 % asam folat, serta serat dan antioksidan tinggi.

Tanaman ini juga memiliki senyawa yang dikenal sebagai isoflavon. Sebagian besar penelitian menemukan bahwa asupan tinggi kedelai dapat mengurangi risiko kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh kandungan genistein yang merupakan isoflavon utama dalam kedelai bersifat antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Cara memasaknya

Salah satu cara menikmati tanaman ini adalah dengan merebusnya secara utuh kemudian ditaburi garam. Makanan ini banyak dikonsumsi selama musim panas di Jepang dan jadi cemilan menarik disela sela minum bir atau sake.

Baca Juga: Mengenal Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Akan Nutrisi
Rebus hingga Panggang, 4 Metode Memasak Edamame Ini Bisa Dicoba

Selain direbus, tanaman ini juga disajikan dengan cara dipanggang. Caranya, rebus edamame selama dua menit untuk memudahkan membuka kulitnya. Aduk jadi satu biji edamame kupas dengan garam, minyak, dan biji wijen, lalu tata di atas loyang. Panggang biji selama kurang lebih 30-40 menit, dengan cara dibolak balik supaya matang merata.

Jika menyukai variasi lain bisa dicampur dengan bahan lain seperti nasi. Di Jepang, tanaman ini juga dikenal sebagai bahan campuran yang enak untuk hidangan maze gohan khas jepang. Resep ini biasanya menggunakan nasi merah yang dicampur dengan edamame kupas, nametake (jamur Jepang yang dibumbui), dan bumbu nasi kering atau furikake seperti yang dikenal dalam bahasa Jepang.

Video Terkait