FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan Indonesia

Ilustrasi - Tanaman padi.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timur Leste, Rajendra Aryal, mengapresiasi upaya peningkatan produksi pangan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Dia mengapresiasi program dan kebijakan Indonesia dalam memenuhi pangan masyarakat selama pandemi COVID-19. 

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian yang sangat baik pada pertanian Indonesia, seperti yang kita tahu pertanian Indonesia mampu untuk tumbuh positif selama masa - masa pandemi,” ujar Aryal usai melakukan panen bersama Menteri Pertanian (Mentan) di Desa Karangpawitan, Kabupaten Karawang. 

Sebagai Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste, Aryal menyebut pandemi COVID-19 dan perubahan iklim menjadi tantangan besar dalam pemenuhan pangan bagi banyak negara di dunia. Dia menekankan sebagai "closed collaborator" pihaknya akan mendukung penuh Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan. 

“Seperti yang pak Menteri katakan kami bekerja sama dengan kuat dalam melakukan transformasi pada sistem pertanian Indonesia dan FAO selalu siap sedia untuk memberikan technical support bagi pertanian Indonesia dan kami akan mengkoneksikannya dengan rencana kerja FAO baik secara jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya bersama FAO akan melakukan berbagai akselerasi untuk pertanian di Indonesia. Mentan mengakui pandemi dan perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi pertanian di banyak negara. Dia berharap dukungan FAO dapat memperkuat sektor pertanian termasuk dalam hal inovasi dan teknologi kedepan. 

Baca Juga: FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan Indonesia
Kapolri Apresiasi Capaian Kementan Surplus Produksi Beras 9,7 Juta Ton

“Kerja sama kami bersama FAO adalah melakukan mitigasi terhadap tantangan perubahan iklim yang ekstrim, seperti melakukan mekanisasi, ataupun menciptakan varietas-varietas yang tahan cuaca, dan kami ajak FAO hari ini ke lapangan untuk bersama-sama menyaksikan bagaimana potensi panen dan produksi padi di Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah penghasil beras terbesar,” kata Syahrul. 

Berdasakan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), capaian produksi beras 2021 sebanyak 31,69 juta ton, naik 0,35 juta ton atau 1,12% dibandingkan tahun 2020. Surplus pada tahun 2021 diperkirakan 1,65 juta ton. Jika ditambah dengan stok awal tahun 2021 (carry over tahun 2020) 7,32 ton, total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton. 

Video:

Video Terkait