Selama 2021, Harga Produk Pangan di Korsel Tidak Alami Perubahan

Makanan Korea semakin populer di Indonesia dan sejumlah negara. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Januari 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Harga produsen Korea Selatan hampir tidak berubah hingga akhir 2021 lalu. Menurut data bank sentral Korea yang dilansir dari Korean Herald, Kamis (20/1/2022) harga di sektor jasa diimbangi dengan penurunan harga barang-barang manufaktur. 

Indeks harga produsen, barometer utama inflasi konsumen, berada di 113,22 bulan lalu, dibandingkan dengan 113,23 bulan sebelumnya, menurut data awal dari Bank of Korea (BOK).

Ini adalah pertama kalinya sejak Oktober 2020 angka tersebut menandai penurunan bulanan. Namun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut melonjak 9,0 persen karena biaya energi yang tinggi.

Harga produk industri turun 0,6 persen, terseret oleh penurunan harga produk minyak dan batu bara, yang turun 6,7 persen, menurut data. Tetapi harga produk pertanian dan perikanan masing-masing naik 5,2 persen dan 1,8 persen, dan sektor jasa, termasuk makanan, akomodasi dan transportasi, juga mengalami kenaikan harga 0,3 persen, data menunjukkan.

Untuk tahun 2021, indeks harga produsen naik 6,4 persen secara tahunan menjadi 109,6, angka tertinggi sejak bank sentral mulai mengumpulkan data terkait pada tahun 1965. Rekor sebelumnya adalah 106,44 pada tahun 2012.

Baca Juga: Selama 2021, Harga Produk Pangan di Korsel Tidak Alami Perubahan
Peneliti: Pelonggaran Kebijakan Non-tarif Akan Tingkatkan Status Gizi Warga

Lonjakan ini disebabkan oleh tingginya harga energi dan bahan baku, serta gangguan rantai pasokan global, kata bank sentral. Pekan lalu, BOK menaikkan suku bunga kebijakan utamanya sebesar seperempat poin persentase menjadi 1,25 persen menyusul kenaikan suku bunga sebesar 2,5 poin persentase dalam rapat dewan sebelumnya di bulan November.

Gubernur BOK Lee Ju-yeol mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak dalam beberapa bulan mendatang untuk mengurangi tekanan inflasi dan mengendalikan meningkatnya utang rumah tangga. 

Video Terkait