Cegah Risiko Stroke dengan Konsumsi 5 Makanan Ini

Ilustrasi cokelat hitam. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 19 Januari 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Stroke menjadi satu penyakit kronis yang tak hanya dialami oleh para lansia, tapi juga banyak dialami manusia usia produktif, bahkan generasi milenial. 

Menurut data statistik, penyakit jantung dan stroke 2018 yang diperbarui dari American Heart Association, satu orang di Amerika Serikat mengalami penyakit kronis tersebut sekitar sekali setiap 40 detik.

Demikian pula secara global, penyakit ini menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama kematian (setelah penyakit jantung). Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada usia berapa pun, risiko akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Pola makan yang tidak sehat menjadi satu pemicu utama, oleh karena itu makanan sehat menjadi faktor utama untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.

Berikut 5 makanan yang dapat mengurangi risiko stroke ala Eat This.

Salmon

Ada banyak penelitian tentang salmon dan manfaatnya untuk mencegah timbulnya penyakit jantung dan insiden terkait penyakit jantung seperti serangan jantung juga stroke, hingga penyakit kognitif seperti alzheimer dan demensia.

Asam lemak omega-3 dalam salmon menjadi agen anti-inflamasi yang bekerja untuk membersihkan plak pada otak dan arteri, terutama dekat jantung. Karena itu salmon dikenal sebagai makanan anti-inflamasi juga mampu melindungi otak dan saraf.

Kita disarankan mengonsumsi 2-3 porsi ikan berlemak dalam sat minggu untuk mendapat manfaat omega-3. Penelitian juga menunjukkan bahwa jauh lebih baik mengonsumsi ikan daripada mengonsumsi suplemen.

Alpukat

Orang Mexico dikenal dengan guacamole, hidangan berbahan dasar alpukat yang ternyata dapat membantu mengurangi risiko stroke. Namun harus diperhatikan jangan sampai menggunakan tambahan garam berlebihan.

Alpukat mengandung asam lemak sehat untuk jantung yang telah terbkti mengurangi peradangan. Lemak sehat itu adalah lemak tak jenuh tunggal, jenis lemak yang mempromosikan jenis kolesterol baik HDL. Alpukat juga buah yang mengandung serat tinggi dengan kandungan 3 gram serat per 50 gram porsinya.

Kentang

Satu buah kentang ukuran sedang dengan kulit utuh mengandung kurang dari 20% kebutuhan kalium harian. Ini lebih dari 2 kali lipat yang disediakan pisang ukuran sedang. Apalagi jika mengonsumsi kentang besar, dapat memberi sepertiga dari kebutuhan mineral harian. Semakin banyak kentang kita makan dalam satu minggu, bisa menghindari risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

Bayam

Kita tahu bahwa bayam adalah sayuran yang sehat. Faktanya, bila dimakan bersama produk susu, membuat tubuh mampu menyerap antioksidan spesifik dalam bayam yang menyehatkan jantung. Antioksidan tersebut mampu mengurangi peradangan dan mencegah penyakit kardiovaskular bila dimakan secara berkala.

Bayam kaya nutrisi karotenoid, vitamin K, folat, kalsium dan zat besi. Kandungan seratnya sebanyak 2,4 gram per 100 gram porsi. Bayam juga jenis daun hijau yang kaya magnesium.

Baca Juga: Cegah Risiko Stroke dengan Konsumsi 5 Makanan Ini
Ini Sejumlah Pantangan Makanan bagi Penderita Stroke

Cokelat Hitam

Mengonsumsi hingga enam porsi dark chocolate dalam satu minggu dapat mengurangi peluang terkena penyakit jantung koroner, diabetes, juga stroke. Sebuah studi di Nutriens menyatakan bahwa kandungan magnesium cokelat hitam terbilang tinggi. Cokelat hitam (jenis kakao padat 70-85%) baik untuk diet laki-laki maupun perempuan.

Selain magnesium, cokelat hitam juga kaya antioksidan, serat, zat besi, dan mineral lain. Fitokimia dalam cokelat hitam dapat membantu membuka pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah. Namun kita tetap harus hati-hati dan tidak berlebihan mengonsumsinya mengingat kemungkinan adanya gula tambahan. Ingat, cokelat hitam akan menjadi penyelamat hidup jika dimakan dalam porsi kecil.

Video Terkait 

Video Terkait