Begini Cara Gubernur Sumsel Genjot Hasil Pertanian Daerah

Gubernur Sumsel Herman Daru melihat pemakaian Kartu Tani (Foto: Sariagri/Bob Prasetyo)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 14 Januari 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyiapkan reward untuk kabupaten/kota yang dapat menurunkan losses produksi pertanian. Tujuan pemberian reward ini agar seluruh dinas dan pemkab/pemkot di Sumsel fokus melakukan peningkatan produktivitas pertanian khususnya beras di Sumsel. Selain itu agar Sumsel tetap menjadi lumbung pangan nasional. \

Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian TPH Tahun 2021, Herman Deru menyebut berbagai langkah dapat dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, termasuk dengan menekan angka kerugian atau kehilangan panen (losses) pada padi.

"Losses ini berpengaruh terhadap jumlah produktivitas. Losses ini harus ditekan seminimal mungkin karena ini angka losses itu berperan besar untuk peningkatan produktivitas pertanian," ujsr Herman Deru.

Todak hanya pemberian reward, berbagai upaya, kebijakan dan usulan lain juga telah dilakukan, baik yang dilakukan Pemprov Sumsel hingga menggandeng stakeholder. Misalnya Herman Deru menyarankan program subsidi pemerintah ke petani beralih dari sisi input ke output, yaitu dari pupuk dan benih ke harga gabah.

"Kita harus inovasi ekstrem, subsidinya jangan di pupuk, tapi di harga gabahnya agar petani punya jiwa entrepreneur," ujar Herman Deru.

Menurut dia, pemerintah juga memberikan bantuan alsintan terbatas. Disisi lain program bantuan seperti sumur bor dan pompanisasi tidak seluruhnya menyasar kelompok tani. Dia berharap pemerintah dapat mencontoh Vietnam dan Thailand yang menerapkan subsidi harga gabah.

Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel akan meningkatkan produksi pertanian dari sebelumnya 2,6 juta Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 3,1 GKG pada 2022 agar Sumsel naik ke posisi tiga besar penghasil GKG.

Pemerintah Pusat telah menyiapkan 278.483 hektare lahan guna pelaksanaan food estate di Sumatera Selatan, terutama komoditas padi dan jagung. Upaya ini dapat memperkuat status Sumsel sebagai daerah lumbung pangan nasional.

Herman Deru mendukung stakeholder yang membantu dalam meningkatkan produksi pertanian. Misalnya hibah PT Bukit Asam Tbk berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk pengairan sawah melalui pompanisasi dari sungai.

"PT Bukit Asam telah memberikan angin segar kepada para petani dengan membangun PLTS untuk pengairan sawah. Ini merupakan dukungan PT Bukit Asam untuk kemajuan pertanian di Sumsel," kata Herman melalui keterangan tertulisnya. 

Dia juga mendorong pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung target Sumsel menjadi lumbung pangan nasional. Salah satunya pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang ada di Kabupaten OKU Selatan di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, OKU Selatan.

Baca Juga: Begini Cara Gubernur Sumsel Genjot Hasil Pertanian Daerah
Mengintip Derita Para Petani di Afghanistan Pasca Pengambilalihan Taliban

"Bendungan Tiga Dihaji yang akan menjadi bendungan satu-satunya di Sumsel itu berfungsi sebagai bendungan multipurpose untuk mengaliri lahan irigasi baru seluas 25.423 hektare," imbuh Herman Deru dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu. 

Pada awal Desember lalu, Pemprov Sumsel meluncurkan program Sumsel Mandiri Pangan (SMP). Herman Deru menjelaskan tujuannya untuk mengubah mindset warga Sumsel dari konsumen menjadi penghasil, terutama untuk urusan bahan makanan sehari-hari.

Video:

Video Terkait