Tanam Singkong Terlihat Mudah, Waspadai Hama dan Penyakit Merugikan Ini

Ubi kayu atau singkong.(Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 12 Januari 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Menanam singkong atau ubi kayu memang terlihat cukup mudah, hanya menancapkan stek batang lalu tunas baru akan tumbuh. Umumnya tanaman singkong juga dapat hidup di jenis tanah apapun dan tidak membutuhkan perawatan intensif.

Meski menanam singkong dianggap relatif mudah, ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kerugian petani.

Lalu, hama dan penyakit apa saja yang bisa menyerang tanaman singkong? Berikut jenis, gejala dan pengendaliannya dikutip dari laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

1. Tungau Merah (Tetranychus urticae)

Gejala serangan diawali dengan bercak kuning sepanjang tulang daun pada daun bawah dan tengah. Selanjutnya bercak akan menyebar hingga daun seperti berkarat. Daun singkong yang terserang tungau akan kering dan rontok. Selain itu singkong yang dihasilkan berukuran kecil.

Cara pengendaliannya, gunakan varietas singkong tahan tungau seperti Adira-4. Tanam di awal musim hujan dan andalkan predator alami seperti Coccinellidae dan Staphylinidae.

2. Kepinding tepung

Kepinding akan menghisap cairan daun dan batang singkong. Racun yang terdapat dalam liur kepinding menyebabkan pertumbuhan kerdil di titik tumbuh tanaman singkong, bahkan tanaman akan layu.

Pengendalian kepinding dilakukan dengan penggunaan stek batang yang sehat dan bersih. Secara kimia, dapat disemprot dengan insektisida bahan aktif organofosfat dan dimethoate.

3. Kutu putih pembentuk spiral

Larva dan imago kutu putih menusuk dan menghisap cairan sel daun singkong. Gejala umum terlihat bercak keputihan di permukaan daun singkong, serta lapisan tepung berwarna putih. Biasanya daun akan menghitam dan menjadi kering lalu rontok.

Pengendalian kutu putih yaitu stek batang direndam insektisida terlebih dahulu sebelum tanam. Secara kimiawi, dapat disemprotkan dengan insektisida berbahan aktif dimetoat atau fenthion.

4. Lundi atau uret

Larva uret hidup di dalam tanah dan memakan akar tanaman singkong sehingga tanaman menjadi layu dan mati. Pada daerah endemik, intensitas serangan uret bisa mencapai 50 persen.

Pengendalian uret pada singkong dengan merotasi tanaman bukan inang seperti kedelai atau padi, penanaman serempak, sanitasi lahan dari sisa tanaman dan gulma. Selain itu pengendalian lainnya dengan memasang lampu perangkap yang diberi air sabun di lahan singkong atau menggunakan jamur metarhizium anisopliae.

5. Bercak daun coklat

Gejala utama bercak daun coklat pada singkong yaitu daun tua terdapat bercak kecil berwarna putih hingga coklat. Saat serangan parah, daun akan menguning, kering dan gugur. Terkadang pada sisi daun bagian bawah terlihat adanya struktur badan buah dari jamur sebagai tempat spora.

Pengendalian utama dengan menanam varietas singkong tahan bercak daun coklat seperti malang-1, Malang-6, UJ-5 dan Adhira-4. Selain itu, atur jarang tanam tidak terlalu rapat, kurangi kelembaban lingkungan dan penyemprotan dengan fungisida.

6. Busuk pangkal batang dan akar

Penyakit ini disebabkan patogen tular tanah seperti Fusarium, Botryodiplodia, Sclerotium dan Phytophthora. Banyak terjadi saat musim hujan di lahan yang drainasenya buruk dan tergenang.Baca Juga: Tanam Singkong Terlihat Mudah, Waspadai Hama dan Penyakit Merugikan Ini
Lagi Naik Daun, 5 Ton Tepung Singkong Asal Semarang Diekspor ke Oman



Gejala umum busuk pangkal batang yaitu singkong yang dihasilkan terinfeksi jamur patogen sehingga warnanya menjadi lebih gelap hingga berbau busuk.

Pengendalian penyakit ini antara lain menanam varietas singkong tahan seperti UJ-5 dan Cecek hijau. Gunakan stek yang sehat. Pastikan sisa umbi atau batang yang terinfeksi segera dibakar setelah panen. Selain itu, perbaiki drainase lahan dan guludan untuk menghindari genangan air.  

Video terkait: 

Video Terkait