Dua Negara Ini Tangguhkan Impor Daging Sapi dari Kanada karena BSE

Ilustrasi - Daging sapi.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 11 Januari 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Juru Bicara Departemen Pertanian Kanada mengatakan Cina dan Filipina telah menangguhkan impor daging sapi dari negaranya. Penangguhan itu karena sapi di Kanada pada Desember 2021 terdeteksi terinfeksi bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila.

Langkah itu mengikuti penangguhan impor yang dilakukan Korea Selatan bulan lalu setelah Kanada melaporkan kasus BSE pertamanya dalam enam tahun.

Cina adalah importir daging sapi dan daging sapi muda terbesar di dunia. Menurut Asosiasi Peternak Kanada (CCA), Cina merupakan pasar ekspor terbesar ketiga Kanada.

Cina mengambil tindakan serupa terhadap Brasil setelah negara itu mengkonfirmasi kasus BSE, sebelum memulihkan impor pada Desember pasca gangguan selama tiga bulan.

BSE merupakan penyakit progresif dan fatal pada sistem saraf sapi yang disebabkan akumulasi protein abnormal disebut prion di jaringan syaraf.

Kanada, pengekspor daging sapi dan daging sapi muda terbesar kedelapan, melaporkan kasus BSE pada sapi potong berumur 8,5 tahun di provinsi Alberta, Desember 2021.

Kasus terbaru di Kanada adalah atipikal artinya ini adalah bentuk BSE yang dapat terjadi secara alami pada sapi lebih tua - berlawanan dengan BSE klasik, yang disebabkan hewan memakan pakan terkontaminasi.

Baca Juga: Dua Negara Ini Tangguhkan Impor Daging Sapi dari Kanada karena BSE
Kementan Pastikan Ketersediaan Daging Sapi untuk Lebaran Aman

Wakil Presiden Eksekutif CCA Dennis Laycraft mengatakan tiga negara yang menangguhkan impor daging sapi Kanada sedang mencari informasi lebih lanjut tentang kasus ini. Gangguan itu tidak berdampak nyata pada harga di Kanada.

"Kami berharap (penangguhan) ini berdurasi pendek," kata Laycraft.

"Kami sudah bisa mengatasinya," tambahnya.

Menurut pemerintah Kanada, sapi itu di-eutanasia di peternakan dan tidak memasuki rantai makanan atau pakan ternak.

Kasus BSE Kanada pertama yang dikonfirmas terdeteksi pada tahun 2003, mengakibatkan sekitar 40 pasar ekspor ditutup. Setelah itu sudah banyak yang sudah dibuka kembali.(Ant)

Video terkait:

Video Terkait