Usai Natal Tahun Baru Harga Cabai dan Minyak Goreng Tetap Melambung Tinggi

Ilustrasi Minyak Goreng di Pasar. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Editor: Reza P - Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Memasuki awal tahun baru harga-harga sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan cabai-cabaian di kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tetap melambung tinggi atau naik lebih dari 100 persen dari harga biasanya. Pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok baru akan melandai atau turun mulai pertengahan januari hingga Februari.

Seperti yang terjadi di pasar Baru Makau, Mamasa, Sulawesi Barat, harga minyak goreng curah dan kemasan, termasuk cabai rawit, cabai merah dan cabai keriting naik dua kali lipat dari harga normal. Kenaikan ini sudah terjadi sejak oktober tahun lalu hingga memasuki awal tahun baru 2022.

Cabai yang sebelumnya dijual eceran pedagang di harga Rp 25 ribu, naik menjadi Rp 52 ribu, sementara minyak goreng yang sebelumnya dijual seharga Rp 12 ribu, naik menjadi dua puluh ribu hingga dua puluh lima ribu rupiah per liter.

Ilustrasi Cabai di Pasar. (Sariagri/Rifky Junaedi)
Ilustrasi Cabai di Pasar. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Irma salah satu pedagang sayur di pasar Baru Makau mengatakan lonjakan harga sembako terutama minyak goreng dan cabai-cabaian sudah berlangsung sejak oktober akhir hingga awal tahun.

Menurut Irma kenaikan harga sembako beberapa persen dari harga biasanya memang sudah lazim setiap kali menjelang hari-hari besar seperti natal, tahun baru dan hari raya besar lainya, hanya saja kali iin kenaikannya cukup tinggi dan tak biasanya.

Baca Juga: Usai Natal Tahun Baru Harga Cabai dan Minyak Goreng Tetap Melambung Tinggi
Satgas Pangan Polri: Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman Hingga Akhir Tahun

“Kenaikan harga sembako jelang natal dan tahun baru itu lazim, tapi tidak setinggi ini. Harga minyak goreng betul-betul naik dan memberatkan konsumen termasuk pedagang," jelas Irma.

Seperti pengalaman para pedagang lainnya, harga sembako diperkirakan baru akan stabil atau normal mulai pertengahan januari hingga Februari, namu memasuki Maret biasanya harga kembali melonjak, termasuk menjelang bulan Ramadan April mendatang.

Video Terkait