Didorong Permintaan Kuat, Harga Jagung dan Kedelai Naik di Bursa Berjangka

Ilustrasi - Hasil pertanian jagung.(Pixabay)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 3 Januari 2022 | 09:44 WIB

Sariagri - Harga jagung dan kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) atau Bursa Berjangka Chicago, Amerika Serikat, meningkat pada Senin (3/1) pagi. Kedua komoditas itu memulai tahun 2022 dengan catatan positif karena permintaan yang kuat menopang harga.

Selain kedua komoditas tersebut, harga gandum juga menguat yang didukung oleh menyusutnya pasokan dunia.

Dilaporkan, harga kontrak jagung paling aktif di CBOT melesat hampir 1 persen menjadi 599 dolar AS per bushel, pada pukul 08.15 WIB.

Sementara, kedelai bertambah 0,8 persen menjadi 1.350,50 dolar AS per bushel dan gandum naik 0,6 persen menjadi 775,25 dolar AS per bushel.

Jagung berjangka, yang melambung lebih dari 20 persen pada 2021, memacu pasar biji-bijian, didukung peningkatan penggunaan pakan ternak serta rebound di sektor etanol karena pengemudi kembali ke jalan seiring pelonggaran pembatasan Covid-19. Pasar jagung meningkat selama empat tahun berturut-turut.

Gandum berjangka meroket 20,3 persen tahun lalu, kenaikan tahunan kelima berturut-turut dan terbesar sejak 2010. Gangguan tanaman di Australia dan kekhawatiran tentang pembatasan ekspor di Rusia mendukung pasar gandum sepanjang 2021.

Baca Juga: Didorong Permintaan Kuat, Harga Jagung dan Kedelai Naik di Bursa Berjangka
Harga Gandum Berjangka Naik, Imbas Pengetatan Pasokan Global

Ukraina mengekspor 32,2 juta ton biji-bijian pada paruh pertama musim Juli-Juni 2021/22, melonjak 23,5 persen dari tahap yang sama pada musim sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Pertanian, Jumat.

Harga komoditas dari energi dan logam hingga produk pertanian rebound tajam pada 2021, dengan bahan bakar energi memimpin reli, didorong pasokan yang ketat dan pemulihan ekonomi yang kuat karena vaksinasi Covid-19 mencegah penguncian yang meluas.

Video Terkait