Galur Harapan Kacang Tanah dengan Kadar Lemak Atau Protein Tinggi

Balitbangtan telah menyeleksi sejumlah galur harapan dengan kadar lemak atau protein tinggi.(Dok.Balitbangtan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 30 Desember 2021 | 17:50 WIB

Sariagri - Komoditas kacang tanah sangat sesuai untuk mendukung program peningkatan diversifikasi pangan karena potensial menjadi sumber gizi yang kaya lemak, protein, dan karbohidrat.

Setiap 100 g biji kacang tanah mengandung 452 kkal energi, 43 g lemak, 25 g protein, 21 g hidrat arang, 58 mg kalsium, 335 mg fosfor, 1,3 mg besi, 0,3 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 4 g air.

Selain itu, kacang tanah sebagai sumber protein nabati dengan harga jauh lebih murah dibanding sumber protein hewani. Kacang tanah menjadi sumber pangan bergizi tinggi, kaya lemak dan protein, harga murah dan terjangkau masyarakat umum.

Varietas unggul kacang tanah yang ada saat ini memiliki kadar lemak pada biji 40-49% bk dan kadar protein 18-32% bk. Kadar lemak terendah biji pada varietas Takar 2 dan tertinggi varietas Talam 3. Sedangkan kadar protein terendah pada varietas Tala 2 dan tertinggi varietas Takar 2.

Dilansir laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), pembentukan populasi menggunakan tetua varietas unggul nasional (Bima, galur biji 3), varietas lokal (Lokal Papua), dan varietas introduksi (ICGV 99030, ICGV 93041) telah dilakukan pada tahun 2015.

Hingga tahun 2019, Balitbangtan telah menyeleksi sejumlah galur harapan dengan kadar lemak pada biji berkisar 50,5 – 52,7 g/bk diantaranya galur (Bi-Sl/ UM 18)-33 dan (Bi-Sl/ UM 18)-40 yang memiliki warna kulit ari biji merah, galur (BM/IC-154-2/RK 39)-39 dan (BM/IC-154-2/RK 39)-44 warna kulit ari ungu, galur (BM/IC-154-2/UM 18)-32, (Bi-Sl/UM 18)-34, (Bi-Sl/RK 39)-36, (BM/IC-631-8/ UM 18)-38, (BM/IC-154-2/UM 18)-31, dan galur (Bi-Sl/UM 18)-35 memiliki warna kulit ari merah muda (rose).

Galur yang memiliki kadar protein pada biji berkisar dari 28,1 – 29,6 g/bk diantaranya (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-43, (BM/IC-631-8/Lokal papua)-37, (Bi-Sl/ Lokal Papua)-42 dan (BM/IC-631-8/RK 39)-64 dengan kulit ari biji berwarna merah, serta galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-45 dengan warna kulit ari merah muda (rose).

Produktivitas rata-rata galur pada kisaran 2,1 – 3,2 t/ha polong kering. Galur itu sebagian termasuk tipe Spanish (1 polong 2 biji) dan sebagian tipe Valencia (3-4 biji/polong). Galur dengan rata-rata hasil >3,0 t/ha polong kering layak diunggulkan, disamping provitasnya tinggi juga tahan penyakit layu bakteri agak tahan penyakit bercak dan karat daun.

Umur masak bervariasi antara 93-96 hari, tinggi tanaman antara 53-67 cm. Jumlah polong rata-rata antara 25-48 polong per tanaman, dengan bobot biji berkisar 38,8 – 57,6 g/100 biji.

Baca Juga: Galur Harapan Kacang Tanah dengan Kadar Lemak Atau Protein Tinggi
Dua Varietas Jagung Hibrida Ini Bisa jadi Solusi Kelangkaan Pupuk Nitrogen

Galur (Bi-SL/RK 39)-36, (BI-SL/UML 18)-34, (BM/IC-631-8/UML 18)-38, (BM/IC-154-2/UML 18)-31, dan (Bi-SL/Lokal Papua)-42, yang berkadar lemak tinggi dan juga galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-43, (BM/IC-631-8/Lokal Papua)-37, (BM/IC-631-8/RK 39)-46, dan (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-45 berkadar protein tinggi cukup prospektif sebagai calon VUB.

Selain provitasnya yang tinggi juga tahan penyakit utama dan berbiji besar. Uji adaptasi lanjutan diperlukan untuk memastikan keragaan dan stabilitas karakter serta hasilnya.

Video terkait:

Video Terkait