Legislator Apresiasi Alih Fungsi Lahan Ganja Menjadi Perkebunan Jagung

Anggota Komisi III DPR RI Ichsan Soelistio. (Antara/Putu Indah Savitri)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 30 Desember 2021 | 13:10 WIB

Sariagri - Anggota Komisi III DPR Ichsan Soelistio mengapresiasi program pengalihan lahan bekas tanaman ganja menjadi tanaman komoditas alternatif bernilai ekonomi seperti perkebunan jagung. Program itu merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang diusung Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Pemberdayaan masyarakat ini saya rasa sangat penting. Masyarakat masih membutuhkan kehidupan dari tanah yang mereka duduki,” ujar Ichsan menanggapi capaian BNN dalam konpers di Kantor BNN, Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Menurut Ichsan, alih fungsi lahan dari perkebunan ganja menjadi perkebunan tanaman komoditas alternatif bernilai ekonomi merupakan solusi permasalahan lahan ganja yang disita BNN dan aparat penegak hukum lainnya.

Apabila BNN tidak melakukan alih fungsi lahan dan hanya melakukan pembakaran, ada kemungkinan masyarakat sekitar akan kembali menanam ganja di lahan itu.

“Melakukan pembakaran itu tidak menguntungkan, karena setelah dibakar mereka pasti menanam (ganja) lagi karena mereka butuh untuk kehidupan,” katanya.

Karena itu, dia sangat mendukung program itu. Menurut dia, pemerintah harus memiliki komitmen mendukung program pemberdayaan masyarakat itu dengan cara membeli hasil produksi tanaman dari lahan bekas tanaman ganja.

Pihaknya akan menjalin koordinasi dengan Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, kehutanan, maritim, perikanan dan pangan. Koordinasi ini untuk memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat yang telah diusung BNN.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Golose mengungkapkan pihaknya memiliki program pemberdayaan masyarakat berwujud "Grand Design Alternative Development" (GDAD) untuk mantan pecandu dan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Baca Juga: Legislator Apresiasi Alih Fungsi Lahan Ganja Menjadi Perkebunan Jagung
Hasil Studi Ungkap Kandungan Logam Berat dalam Ganja

Program itu menuntun masyarakat untuk mengganti lahan bekas tanaman ganja menjadi tanaman komoditas alternatif bernilai ekonomi tinggi. Melalui program itu, BNN memberi pelatihan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan kepada mantan pecandu dan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

“Sinergi BNN RI dengan Kementan dan Dinas Pertanian pada Program GDAD di wilayah Provinsi Aceh dengan penanaman jagung di atas lahan seluas 7.090 hektare menghasilkan panen 49.630 ton jagung,” pungkasnya. 

Video terkait:

Video Terkait