Bulog Serap 1,2 Juta Ton Beras Petani, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Impor

Bongkar Muat Beras Bulog di Pelabuhan Sumbawa (Dok.Sariagri/yongki)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Desember 2021 | 16:40 WIB

Sariagri - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akan menyerap beras petani yang diperkirakan mencapai 1,2 juta ton. Karena itu pemerintah dipastikan tidak akan mengimpor beras hingga akhir 2021. 

"Keberhasilan kita dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini merupakan hasil kerja keras jaringan Bulog di seluruh Indonesia di tengah pandemi COVID-19," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam konpers Kecukupan Stok Beras Nasional Jelang Tahun Baru, di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Buwas sapaan Budi Waseso mengatakan sudah tiga tahun berturut-turut pemerintah tidak melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. . 

"Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi COVID-19 dan juga mempertahankan prestasi pemerintah untuk tidak impor beras selama 3 tahun terakhir," lanjut Buwas.

Buwas mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional pada triwulan I-2022 sebesar 11,61 juta ton.

Baca Juga: Bulog Serap 1,2 Juta Ton Beras Petani, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Impor
Pengelolaan Cadangan Beras Kerap Bermasalah, Begini Penjelasan Bulog dan Ombudsman

Dengan demikian, Bulog akan kembali menyerap produksi untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kecukupan stok beras dalam negeri.

"Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi selama pandemi COVID-19 ini," tambahnya.  

Video terkait:

Video Terkait