Benarkah Sayuran Organik Lebih Sehat dari Konvensional? Ini Penjelasan Ahli

Ilustrasi belanja sayuran (Pexels)

Editor: M Kautsar - Senin, 27 Desember 2021 | 19:40 WIB

Sariagri - Hidup sehat menjadi salah satu kebiasaan baru masyarakat modern di perkotaan khususnya. Selain rajin berolahraga, para penggiat pola hidup sehat memiliki untuk mengkonsumsi sayuran organik dibanding dengan yang konvensional.

Hal itu sengaja mereka lakukan karena berpikir, sayaran organik yang bebas pestisida selama proses produksi dianggap lebih sehat. Bahkan, para penggiat pola hidup sehat rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan makanan satu ini. 

Lalu, benarkah sayuran organik lebih sehat dibandingkan dengan konvensional yang ada di pasar?

Guru Besar Fakultas Pertanian, IPB University, Sobir menjelaskan tidak adanya penggunaan pestisida dalam produksi sayuran organik membuatnya lebih mudah terkontaminasi mikroorganisme. Sehingga dapat memberikan efek negatif terhadap tubuh.

"(Sayuran organik) ada efek sampingnya. Karena tidak menggunakan pestisida, seringkali terjadi mikroorganisme," kata Sobir, saat dihubungi Sariagri, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, adanya efek samping dari sayuran organik tersebut pernah terjadi di Jerman beberapa waktu lalu. Dimana, sayuran organik yang diproduksi mengandung mikroorganisme e. Coli.

Baca Juga: Benarkah Sayuran Organik Lebih Sehat dari Konvensional? Ini Penjelasan Ahli
Cerita Sofyan Adi Cahyono, Petani Milenial yang Sukses Kembangkan Sayuran Organik

"Kaya kejadian di Jerman dulu, ada namanya sayuran organik mengandung mikroorganisme e. Coli, sehingga beracun. Jadi ada negatifnya juga tidak selalu positif," kata dia.

Selain itu, tidak adanya penggunaan pestisida membuat penampilan sayuran organik terlihat tidak bagus karena banyak daun yang berlubang. "Tidak adanya penggunaan pestisida membuat penampilannya enggak bagus dan di sisi lain juga menyebabkan kontaminasi mikroorganisme menjadi lebih tinggi kemungkinannya," ucap dia.

 

Video Terkait