Ibu-ibu Kerap Mengeluh, Kenapa Masakan Bersantan Cepat Basi?

Ilustrasi makanan mengandung santan. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 17 Desember 2021 | 16:20 WIB

Sariagri - Masakan bersantan sebenarnya sering dijumpai sehari-hari. Tidak hanya saat Lebaran Idul Fitri atau perayaan tertentu.

Banyak ibu yang mengeluhkan memasak santan merupakan sesuatu yang sulit, cepat rusak dan masakannya jadi mudah basi. Jika sudah basi biasanya santan akan mengeluarkan bau tengik.

Akan sangat disayangkan jika masakan dengan jumlah banyak harus dibuang karena santan yang sudah rusak. Dilansir dari berbagai sumber, santan merupakan emulsi minyak dalam air di mana terdapat sejumlah molekul minyak yang tergabung dalam molekul air.

Kenapa Masakan Bersantan Cepat Basi

Salah satu penyebab rusaknya santan adalah kandungan lemaknya yang tinggi dan mencapai 30 persen. Kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang tingi membuatnya riskan rusak. Hal tersebut membuat santan cepat berbau tengik.

Selain itu, mikroba sangat menyukai santan karena tidak terlalu asam dan berkadar air tinggi. Mikroba tersebut mempercepat kerusakan santan.

Kerusakan rasa santan terjadi setelah enam jam disimpan di suhu ruang. Untuk menghindari masakan santan tidak cepat basi dan tidak berbau tengik adalah tidak menutupnya ketika masakan panas.

Uap dari masakan yang panas akan membentuk embun pada tutup wadah. Nantinya embun itu akan menets ke makanan dan membuat permukaannya jadi lembap. Ketika situasi lembap itu terjai maka jamur dan bakteri akan tumbuh subur pada permukaan makanan.



Video Terkait



Baca Juga: Ibu-ibu Kerap Mengeluh, Kenapa Masakan Bersantan Cepat Basi?
Permintaan Ayam Goreng Membludak di Jepang Saat Natal