Perluas Jangkauan, Pemkot Bogor Berlakukan Pasar Bebas Plastik

Wali Kota Bogor, Bima Arya saat meluncurkan Program Pasar Bebas Plastik.(Sariagri/Akbarda Winardi)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 13 Desember 2021 | 18:30 WIB

Sariagri - Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor meluncurkan program Pasar Bebas Plastik di pasar tradisional atau pasar rakyat di Kota Bogor. Sebelumnya Pemkot telah menerapkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik di toko ritel modern dan pusat perbelanjaan yang diatur dalam Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. 

“Hari ini kebijakan Kota Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) resmi diperluas di pasar-pasar tradisional atau pasar rakyat, tidak hanya di toko modern atau ritel. Tahap awal kita pilih di Pasar Kebon Kembang, utamanya pasar kering di prioritaskan kemudian secara bertahap pasar basah,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya saat meluncurkan di Blok F, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Senin (13/12/2021).

Untuk penerapan kebijakan serupa di pasar basah, menurut Bima Arya masih memerlukan proses sosialisasi dan persiapan. Khusus Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik akan direvisi karena adanya perluasan penerapan kebijakan.

“Selain dipersiapkan, untuk pasar basah masih harus dipikirkan substitusinya apa, kalau tidak plastik seperti apa masih dipikirkan. Perluasan penerapan ini, dari pasar modern ke pasar tradisional  memerlukan waktu dua tahun, jadi untuk masuk ke pasar basah juga memerlukan waktu, tapi saya yakin sebelum 2024 akan diterapkan juga,” jelasnya.

Setelah pemberlakuan kebijakan larangan kantong plastik di Kota Bogor, jumlah sampah plastik yang mampu direduksi cukup signifikan, 10 persen dari total 2,5 ton per hari. 

Baca Juga: Perluas Jangkauan, Pemkot Bogor Berlakukan Pasar Bebas Plastik
Bahaya! Bahan Kimia dalam Kemasan Makanan Sebabkan 100.000 Kematian

"Mayoritas sampah plastik Kota Bogor berasal dari pasar," katanya.

Disinggung masih adanya produsen yang menggunakan plastik sebagai pembungkus, Bima Arya mengatakan itu berasal dari produsen dan bukan dari pedagang. Karena itu, diperlukan koordinasi lagi dengan kebijakan pusat agar sinergis dan lebih mendukung penerapan kebijakan bebas plastik. 

“Jadi bukan dari pedagangnya, tapi dari suppliernya yang ada di luar kota. Saya ingatkan kalau sampai Kota Bogor, itu disingkirkan atau kalau bisa dikomunikasikan atau diingatkan agar kalau mengirim ke Kota Bogor enggak usah pakai bungkus plastik," tegasnya. 

Video terkait:

Video Terkait