Viral Warung Makan Patok Harga Rp330 Ribu untuk 2 Potong Cumi, Begini Cerita Dibaliknya

Ilustrasi cumi-cumi (Piqsels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 26 November 2021 | 13:50 WIB

Sariagri - Belakangan ini media sosial dihebohkan unggahan seorang pelanggan yang mengaku diminta membayar 100 Ringgit atau sekitar Rp330 ribu untuk dua potong cumi di warung makan nasi kandar di Penang, Malaysia. Unggahan tersebut dibagikan melalui akun Facebook-nya.

"Hati-hati teman-teman yang mau makan nasi kandar di Penang. Harga dua ekor cumi bisa mencapai 100 ringgit," tulisnya di Facebook.

Sontak unggahan tentang hidangan cumi-cumi dengan harga tinggi itu pun viral dan menuai banyak kritik di dunia maya.

Mengutip dari Says, Direktur Restoran Hameediyah, Muhammad Riyaaz Syed Ibrahim pun memberi klarifikasi atas kejadian tersebut. Ia mengakui ada pasangan suami istri membeli nasi dan lauk cumi.

Riyaaz mengungkapkan bahwa cumi yang mereka gunakan untuk makanan tersebut adalah jenis cumi apollo yang tidak murah. "Sebenarnya, harga semua makanan yang dijual di restoran kami tercantum jelas," ujarnya.

Dalam menu itu tercantum menu cumi dengan harga bervariasi mulai dari 10-160 Ringgit (Rp33 ribu-Rp540 ribu). Netizen pun balik menyerang konsumen yang memviralkan soal ini. "Di gambar menu terlihat kecil tapi kenyataannya lebih besar dari cumi-cumi biasa," katanya.

Baca Juga: Viral Warung Makan Patok Harga Rp330 Ribu untuk 2 Potong Cumi, Begini Cerita Dibaliknya
Viral Perempuan Ini Diputusin Pacar Gara-gara Tak Mau Makan Pecel

Permintaan Maaf Pelanggan

Belakangan diketahui bahwa pelanggan tersebut meminta maaf kepada pihak restoran melalui pesan WhatApp. Ia mengaku bukan hendak menyoroti harga cumi karena memang dia sudah mengetahui harganya dari menu.

"Saya mengunggahnya ke cerita Instagram saya tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang harganya yang mahal. Namun, seseorang mengambil tangkapan layar dari cerita saya dan mengunggahnya ke Facebook, dan juga menandai 70 orang lainnya bersama dengan keterangan yang menuduh," jelas pelanggan tersebut.

Video Terkait