Waduh! Teh Kemasan Berpotensi Jadi Minuman Haram, Ini Penjelasan Pakar

Ilustrasi minum teh (Piqels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 26 November 2021 | 10:30 WIB

Sariagri - Teh telah menjadi minuman yang umum dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari. Olahan daun Camelia Sinensis ini ternyata berpotensi menjadi minuman haram.

Betapa tidak, teh begitu disukai banyak orang, karena rasanya yang enak juga mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh. Kandungan antioksidan dalam teh mampu memperkuat tubuh dari serangan radikal bebas.

Bagi umat muslim, teh termasuk minuman halal karena terbuat dari bahan alami serta tidak menyebabkan mabuk. Namun, ada jenis teh yang berpotensi bersifat haram, seperti yang diungkapkan Prof. Sedarnawati Yasni, guru besar IPB.

Melansir dari HalalMUI, teh dalam kemasan ternyata berpotensi haram. Prof. Sedarnawati menjelaskan daun teh merupakan bahan nabati, sejatinya tidak memiliki titik kritis. Namun, lain halnya jika dalam proses pembuatannya mencampurkan bahan tambahan lain.

Teh dibuat secara alami dengan cara mengeringkan daun dari tanaman Camelia Sinensis. Proses pengeringan daun teh ini berlangsung secara alami tanpa menggunakan campuran bahan atau mikroba apapun. Teh difermentasi menggunakan enzim polyphenol oksidase yang terdapat pada daun teh itu sendiri.

Saat daun teh diremas, maka enzim ini akan keluar dan bereaksi secara alami dengan polifenol dan oksigen membentuk polifenol yang teroksidasi. Cara ini yang dilakukan banyak produsen teh untuk memperoleh teh kering yang siap seduh.

Lain cerita dengan produk teh kemasan. Teh siap minum ini diolah dengan cara mencampur berbagai bahan tambahan mulai dari gula, perasa sintetis hingga pewarna dan pengawet. Bahan campuran inilah yang membuat teh kemasan berpotensi haram.

Prof. Sedarnawati menjelaskan bahwa salah satu titik kritis kehalalan pada teh terletak pada kandungan perisa yang bisa terkait beberapa hal. Adanya teh dengan berbagai rasa dan aroma, tak lepas dari faktor perisa. Misalnya teh aroma dengan rasa melati, vanila, lemon, mint, dan sejenisnya.

Bahan perisa ini umumnya terbuat dari campuran bahan kimia, sehingga menghasilkan aroma dan rasa mirip bahan alami seperti buah atau rempah. Potensi keharaman perisa dapat disebabkan oleh karena pelarut, bahan dasar, atau bahan aditif yang digunakan.

Dari penggunaan perisa tersebut, harus diperhatikan komponen pembuatannya, salah satunya fusel oil. Fusel oil merupakan hasil samping industri pembuatan minuman beralkohol, khususnya minuman keras yang dihasilkan dari proses distilasi produk fermentasi alkohol.

Baca Juga: Waduh! Teh Kemasan Berpotensi Jadi Minuman Haram, Ini Penjelasan Pakar
Musim Hujan Tiba, Ini 5 Jenis Teh yang Mampu Meningkatkan Imunitas Tubuh

Nah, inilah yang menyebabkan teh kemasan bisa saja berpotensi menjadi produk haram. Sebab sejatinya minuman beralkohol haram hukumnya. Namun bukan berarti minuman teh kemasan selalu berstatus haram.

Banyak minuman teh yang dicampur perisa alami atau pihak produsen menggunakan tambahan perisa yang sudah terjamin kehalalannya. Lantas, ada baiknya untuk selalu memperhatikan logo halal pada kemasan minuman teh kemasan sebelum mengonsumsi.

Video Terkait