Daun Belimbing Wuluh Mampu Cegah Zat Berbahaya

Ilustrasi daging ayam. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 25 November 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Daging ayam yang beredar di pasar dan rumah potong sebagian ditemukan masih mengandung zat Salmonella. Zat ini diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika masuk ke dalam tubuh manusia.

Menjumpai fakta tersebut, sekelompok mahasiswi Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Jawa Timur melakukan riset dan penelitian untuk menemukan antibakteri penangkal zat salmonella.

Tim yang beranggotakan 4 mahasiswi UMM yakni Hanifa Adina, Keiko Maryati Putri, Nadhifatul Reina, dan Nadya Sinta. Mereka melakukan riset dan penelitian dari sejak bulan Mei hingga Juli 2021 lalu.

Ketua tim, Hanifa Adina mengatakan meskipun penelitian sempat terkendala PPKM, kelompok mencoba mencari alternatif dengan melakukan pertemuan secara online. Dari hasil kajian riset literature dan penelitian diketahui zat Salmonella yang masih ada pada daging ayam cukup berbahaya jika ikut masuk termakan olah manusia. Karena bisa memberi efek negative bagi kesehatan tubuh.

“Sebelumnya, dari hasil membaca berbagai jurnal yang membahas terkait antibakteri, ditemukan fakta banyak beredar daging terutama ayam yang masih mengandung zat berbahaya jika dimakan oleh manusia. Salah satu zat berbahaya itu adalah salmonella,” ujar ketua tim, Hanifa Adani dalam rilis yang dibagikan kepada Sariagri, Kamis (25/11/2021).

Setelah dilakukan serangkaian riset dan penelitian, ia dan tim akhirnya berhasil menciptakan antibakterial yang cukup ampuh untuk mengatasi zat salmonella pada daging ayam.

“Selama proses riset penelitian, akhirnya ditemukan adanya zat flavonoid pada daun belimbing wuluh sebagai antibakterial pada daging ayam, “ terangnya.

Hanifa menjelaskan zat flavonoid ini memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan pada kandungan makanan dan mencegah berkembangnya zat buruk salmonella pada daging ayam. Hasil riset dan penelitian yang dilakukannya berkesimpulan daun belimbing wuluh sebagai sumber antibakteri.

“Daun belimbing wuluh yang mengandung flavonoid bisa menjadi sumber antibakteri yang berfungsi menangkal zat salmonella pada daging ayam” imbuhnya.

Proses pembuatan antibakteri sendiri, kata Hanifa, memakan waktu tiga hingga empat minggu.

“Pembuatannya harus melalui proses ekstrasi. Pada proses ini daun belimbing wuluh dipotong-potong, dikeringkan, kemudian dihancurkan hingga halus, “ bebernya.

Setelah itu, lanjutnya, ditambahkan pelarut dan diuapkan hingga mendapat ekstrak kental. Ekstrak kental itulah yang bisa digunakan menjadi antibakteri.

“Untuk menghilangkan zat salmonella, kita cukup memasukkan daging ayam dan merendamnya bersama dengan antibakteri tersebut,” tuturnya.

Mahasiswi kelahiran Tulungagung ini berharap hasil dari riset dan penelitian terkait antibakteri ini bisa memberikan wawasan baru bagi masyarakat.  Selain itu, kedepannya bisa menjadi produk untuk menjaga kandungan daging ayam serta dapat dipasarkan secara komersil.

“Kami tentu berharap penelitian ini mampu memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat terkait antibakteri. Semoga bisa segera diproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat luas agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh orang lain,” ucapnya.

Baca Juga: Daun Belimbing Wuluh Mampu Cegah Zat Berbahaya
Bangga! Karya Desain Ayam Goreng Mahasiswa Surabaya Ini Tampil di Times Square New York

Selanjutnya hasil penelitian tim dengan judul Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Sebagi Antibakteri Terhadap Salmonella Typhi Pada Daging Ayam lolos tahap pendanaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) 2021.

“Akhir dari projek PKM ini adalah submit jurnal dan mematenkannya di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atas penelitian kami, “ pungkasnya.

Video Terkait