Atasi Kenaikan Harga Daging Ayam, Begini Langkah Pemerintah Malaysia

Ilustrasi daging ayam. (Foto: Sariagri/Jayadi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 15 November 2021 | 20:50 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian dan Industri Makanan Malaysia telah menyiapkan beberapa langkah dalam upaya menahan kenaikan harga pakan ternak di dalam negeri. Wakil Menteri Pertanian, Nik Muhammad Zawawi Salleh, mengatakan salah satu langkah yang akan diambil adalah memberikan alokasi khusus untuk peternak selain meningkatkan produksi jagung sebagai pakan ternak.

Pemerintah akan merambah pertanian jagung skala besar untuk menghasilkan pakan ternak. Selain itu, kami juga akan mendirikan pabrik untuk mengolah pasokan pakan ternak sendiri melalui kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah dan swasta,” jelasnya, seperti dikutip dari Bernama.

Lebih lanjut, Zawawi menyebut jika rencana itu berjalan lancar, maka hal itu akan membantu menstabilkan harga ayam di pasar. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan dan Konsumen Dalam Negeri mengatakan Pemerintah Malaysia berencana menerapkan sistem subsidi bagi operator peternakan unggas besar untuk mengatasi masalah kenaikan harga.

Baca Juga: Atasi Kenaikan Harga Daging Ayam, Begini Langkah Pemerintah Malaysia
Sensasi Sate Itik Plus Nasi Jagung Khas Tuban

Menteri Perdagangan Datuk Seri Alexander Nanta Linggi menjelaskan harga ayam dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk biaya input ternak, terutama pakan ternak impor seperti kedelai dan jagung. Harga pakan impor itu pun ditentukan oleh nilai tukar mata uang asing.

Selain itu, Alexander juga menjelaskan bahwa harga ayam di pasar dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran karena sektor ekonomi dan kegiatan usaha telah kembali beroperasi. Dalam dua bulan terakhir, harga daging ayam di Malaysia telah meningkat dari RM8 (sekitar Rp27 ribu) per kilogram menjadi RM9.39 (sekitar Rp32 ribu) per kilogram.

Peningkatan harga itu diduga akibat kenaikan harga pakan dan kurangnya tenaga kerja untuk memasok ayam itu sendiri.

Video terkait:

 

Video Terkait