Ketahanan Pangan 'Terancam', Dirjen Kebudayaan: Resep Masakan Tradisional Belum Didokumentasi Secara Baik

Kuliner lontong kariang. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 15 November 2021 | 15:40 WIB

Sariagri - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Hilmar Farid mengemukakan bahwa resep masakan tradisional Indonesia belum didokumentasikan secara baik sehingga satu per satu bisa perlahan terlupakan dan menghilang.

"Resep-resep asli ini perlahan menghilang ketika generasi muda menolak untuk belajar memasak dari pendahulu mereka," kata Hilmar dalam webinar mengenai pelestarian resep masakan tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya yang diikuti di Jakarta, Senin (15/11/2021).

Baca Juga: Ketahanan Pangan 'Terancam', Dirjen Kebudayaan: Resep Masakan Tradisional Belum Didokumentasi Secara Baik
Hari Pangan Sedunia, YLKI Tekankan 3 Hal Ini untuk Jamin Keamanan Pangan

Ia mengatakan bahwa urbanisasi dan globalisasi telah menimbulkan pergeseran pola dan budaya makan serta memunculkan ketergantungan pada produk pangan dari daerah atau negara lain.

Kondisi yang demikian, ia mengatakan, dalam jangka panjang bisa mempengaruhi ketahanan pangan.

"Oleh karena itu, tindakan sederhana menyelamatkan resep asli seperti mencatat masakan nenek atau ibu kita adalah tindakan pelestarian budaya yang mungkin berdampak pada budaya kuliner dan ketahanan pangan masyarakat setempat dan dalam perspektif yang lebih global untuk skala nasional," tukas Hilmar.

Video Terkait