Pria Ini Temukan Laba-laba Paling Berbisa di Dunia dalam Bungkus Pisang

Laba-laba pengembara (Phoneutria).(wikimedia commons)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 14 November 2021 | 17:00 WIB

Sariagri - Seorang pria di West Wickham, Inggris mengaku menemukan laba-laba paling berbisa di dunia dalam plastik pembungkus pisang Sainsbury yang dibelinya. Joe Stein menemukan laba-laba itu tergantung di pisang ketika menyiapkan sarapan.

Dilansir Independent, Stein (37) awalnya langsung membuang bungkusan itu setelah menyadari ada sesuatu berwarna hitam bergerak diantara pisang. Selanjutnya dia mengambil buah itu untuk memeriksanya.

“Membuka tas, semuanya baik-baik saja, membalik pisang dan yang saya lihat benda besar gelap yang tergantung pada pisang,” kenangnya.

"Itu adalah laba-laba dan mulai bergerak, jadi saya berteriak kepada kekasih saya 'jangan masuk ke dapur'," kata Stein.

Setelah melihat lebih dekat laba-laba dan meneliti ciri-cirinya secara online, Stein yakin itu laba-laba pengembara Brasil. Nama ilmiahnya, Phoneutria yang diterjemahkan sebagai "pembunuh" dalam bahasa Yunani.

Seperti ciri-ciri laba-laba pengembara, laba-laba di pisang Stein memiliki panjang tubuh sekitar dua inci dan ditutupi rambut cokelat.

“Saya mengosongkan seluruh tas ke dalam kotak plastik, dan begitu jatuh, saya menutupnya dan saya tahu itu tidak bergerak. Kami mencarinya di Google dan itu terlihat 99 persen seperti laba-laba yang berkeliaran, ” jelas Stein.

"Saya melihat beberapa gambar, itu tampak identik; kaki berbulu besar, perut besar dengan punuk kecil keluar dan garis hitam. Saya sedikit terkejut mengetahui bahwa itu adalah salah satu laba-laba paling berbisa dan berbahaya di dunia," katanya.

Menurut Buglife, organisasi konservasi serangga berbasis di Eropa, gigitan laba-laba Brasil dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, gangguan penglihatan dan berkeringat. Stein membeli sebungkus pisang yang ditanam di Kolombia itu di cabang Sainsbury di West Wickham.

Baca Juga: Pria Ini Temukan Laba-laba Paling Berbisa di Dunia dalam Bungkus Pisang
Dikenal Mematikan, Racun Laba-Laba Ternyata Punya Manfaat Besar



“Saya ingin menyadarkan masyarakat agar berhati-hati,” katanya.

Laba-laba itu kini telah dikirim ke Sainsbury's untuk penelitian lebih lanjut.

Juru bicara Sainsbury meminta maaf atas kejadian itu.

“Kami menghubungi pelanggan untuk meminta maaf atas kejadian itu. Insiden seperti ini sangat jarang terjadi dan kami telah menjalani proses untuk mencegahnya," kata juru bicara itu.

Video terkait:

Video Terkait