Ini Tantangan BPOM untuk Kawal Peredaran Makanan

Pengecekan bahan makanan di sebuah pasar di Jakarta Utara.(Foto: Kominfotik Jakarta Utara)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:40 WIB

Sariagri - Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan POM, Rita Endang mengatakan bahwa makanan sehat adalah makanan bermutu yang memiliki nilai gizi. Dikatakannya, Badan POM melakukan pengawalan sebelum makanan tersebut beredar di masyarakat.

“Sebelum beredar Badan POM melakukan pengawalan, standarnya sudah dibuat kemudian melakukan evaluasi sehingga diterbitkan izin edar,” ujarnya dalam Talkshow Ruang Publik KBR, Jumat (22/10).

Rita menjelaskan bahwa setelah mendapatkan izin edar Badan POM juga melakukan pengawasan saat makanan tersebut beredar. Pelaku usaha, kata dia, mengikuti standar yang sudah dibuat pemerintah kemudian baru memproduksi.

“Ibu bapak sekalian bisa cek BPOM terkait dengan pangan yang sudah disetujui di Indonesia. Pangan dibagi tiga secara garis besar satu pangan segar buah-buahan, sayur itu diawasi oleh Kementerian Pertanian, ikan-ikanan oleh KKP, Badan POM melakukan pengawasan dimakanan olahan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rita, adalah makanan siap saji seperti yang berada di restoran dan lain sebagainya, di mana diawasi oleh pemerintah daerah. Menurutnya, secara keseluruhan pangan di Indonesia diawasi dengan baik.

Tantangan BPOM

Masyarakat berhak mendapatkan pangan yang aman karena berkaitan erat dengan kesehatan. Hal itu juga demi mendukung sumber daya manusia (SDM) yang maju dan unggul. Namun dalam mengawasi pangan yang beredar di Indonesia, tentunya terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh BPOM.

Rita menyebutkan tantangan yang dihadapi BPOM antara lain luasnya wilayah Indonesia menjadi persoalan bagaimana di titik-titik tertentu melakukan pengawasan. Selain itu, lanjut dia, tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) oleh masyarakat kerap menimbulkan penyakit tidak menular, maka perlu dilakukan edukasi untuk membatasi GGL tersebut.

“Oleh karena itu senantiasa dilakukan edukasi untuk membatasi GGL, dampaknya baik diabetes, hipertensi, jantung koroner ini bisa diatasi. Untuk itu sekali lagi sudah ada informasi label pada pangan tersebut,” terangnya.

Tantangan selanjutnya, kata Rita, yaitu terkait penjualan pangan daring (online), di mana saat ini mayoritas masyarakat membeli lewat situs daring. Badan POM, lanjut dia, sudah mengeluarkan pedoman peredaran pangan yang baik kepada pelaku usaha.

“Badan POM sudah mengeluarkan pedoman cara peredaran pangan yang baik kepada pelaku usaha, ini untuk tidak memberikan informasi yang tidak tepat. Demikian juga sarana-sarana pembawa makanan secara online, ada aturan bagaimana menyerahkannya,” katanya.

Baca Juga: Ini Tantangan BPOM untuk Kawal Peredaran Makanan
Pentingnya Menjaga Asupan Makanan Sehat dan Bergizi untuk Masyarakat

Rita menambahkan persoalan lainnya yang dihadapi oleh BPOM yaitu besarnya UMKM (Data Kemenkop UKM tedapat sebanyak 64 juta UMKM) di mana, kata dia, 99 persennya bergelut di bidang pangan dan terbesar adalah industri skala rumah tangga.

“Industri rumah tangga tentu harus jadi perhatian khusus, perlu peningkatan kompetensi, perlu pendampingan sehingga produk yang didistribusikan harus sesuai dengan standar,” tandasnya.

Video Terkait