Yuk Kenali 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi di Indonesia, Ada Apa Saja?

Kegiatan Ampyang Maulid. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 18 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Sariagri - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW akan jatuh pada 20 Oktober 2020 di Indonesia. Umat muslim merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad, lewat berbagai cara terutama di Tanah Air.

Nah, caranya pun di masing-masing tiap daerah ada yang berbeda. Salah satunya kuliner yang menjadi bagian tak terpisahkan.

Indonesia dikenal memiliki segudang jenis makanan, tapi makanan khas apa saja yang melekat di sebuah perayaan maulid? Namun, perlu diingat di masa pandemi COVID-19, kegiatan masyarakat masih dibatasi, bisa jadi tiap daerah memiliki caranya sendiri dalam melakukan kegiatan maulid nabi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Berikut ini Sariagri rangkum dari berbagai sumber, 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi di Indonesia:

1. Ampyang Maulid

Ampyang merupakan tandu yang berisi nasi kepel dibungkus dengan daun jati yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Nasi bungkus ini, lalu dirangkai layaknya gunungan setinggi 1,5 meter.

Selain nasi kepel, ada juga gunungan yang berisi buah-buahan dan hasil sayuran lain. Ampyang berisi nasi, biasanya diisi lengkap dengan kerupuk dan sayur yang dibungkus daun jati.

Ratusan nasi bungkus ini akan diperebutkan warga sekitar. Sebelumnya, ampyang didoakan lebih dahulu oleh tokoh pemuka dan sesepuh agama Islam di Loram Kulon, pembagiannya terjadi usai kirab berakhir.

Kuah Beulangong khas Aceh. (Istimewa)
Kuah Beulangong khas Aceh. (Istimewa)

2. Kuah Beulangong

Kuliner khas Daerah Istimewa Aceh, Kuah Beulangong bisa ditemui saat peringatan Maulid Nabi. Pangan tradisional ini terbuat dari campuran daging, nangka muda, serta beragam rempah yang mampu menggoyangkan lidah.

Uniknya, beulangong dimasak oleh para pria, campuran bahan-bahannya pun dimasak di kuali besar. Selain perayaan maulid nabi, tradisi memasak kuah belangong biasanya dilaksanakan pada kenduri sawah alias pesta panen, kenduri bulan Ramadan, pesta perkawinan, menjamu tamu agung, serta hari besar Islam lainnya.

3. Nasi Suci Ulam Sari

Nasi Suci Ulam Sari ini menjadi makanan khas Maulid Nabi yang berasal dari Pacitan. Ia berbentuk tumpeng dengan berbagai bentuk dan ukuran, sayuran, dan makanan pelengkap lainnya.

Biasanya, nasi yang digunakan adalah nasi uduk yang diletakkan di sebuah baskom atau tempat lainnya. Di atas nasi, lalu ditaruh seekor ayam yang sudah dimasak, dalam keadaan utuh. Proses memasak, ayam direbus terlebih dahulu, kemudian dinamakan ingkung.

Untuk tradisi nasi suci ulam sari, setiap kepala keluarga mengeluarkan satu paket nasi tumpeng dan ingkung ayam yang dibawa ke rumah tokoh masyarakat atau masjid di kampung tersebut. Hidangan ini merupakan simbol permohonan masyarakat agar dijauhkan dari hal buruk dan dapat berkah dari Allah.

4. Ketupat Sumpil

Ketupat sumpil merupakan salah satu masakan khas Indonesia yang berasal dari Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Biasanya disajikam bersama parutan kelapa atau serundeng.

Ketupat sumpil telah dikenal masyarakat sejak zaman Sunan Kalijaga dan sering disajikan pada tradisi "weh-wehan" yang diselenggarakan pada acara Maulid Nabi. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat di Kaliwungu.

Ketupat sumpil tak hanya sekadar makanan, ia memiliki sejumlah makna. Diantaranya adalah bentuk segitiga dari ketupat sumpil melambangkan hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan hubungan antara sesama manusia.

Endog-endogan khas suku Osing dan warga Banyuwangi. (Istimewa)
Endog-endogan khas suku Osing dan warga Banyuwangi. (Istimewa)

5. Endog-endogan

Endog-endogan atau ndog-ndogan merupakan tradisi yang dilakukan oleh suku Osing dan warga etnis lainnya di Kabupaten Banyuwangi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Kata endog dalam Bahasa Osing dan Jawa artinya telur. Maka endog-endogan adalah tradisi yang menggunakan telur yang dihias, lalu ditancapkan ke batang pisang yang sudah dihias, dan diarak keliling kampung untuk dibagi-bagikan kepada warga.

6. Nasi Kebuli khas Betawi

Makanan khas satu ini lazim hadir di setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad. Betapa tidak, masakan ini populer di kuliner Nusantara berkat kedatangan para pedagang asal Timur Tengah yang hijrah ke Indonesia.

Baca Juga: Yuk Kenali 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi di Indonesia, Ada Apa Saja?
5 Jenis Sup Ini Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan

Adapun ciri khasnya adalah menggunakan rempah yang cukup kuat. Contohnya kayu manis, kapulaga, jintan, dan juga banyak menggunakan daging kambing sebagai protein.

Namun, tak hanya di Indonesia, Malaysia dan beberapa kampung distrik Pahang dan Kuala Lipis juga sering menjadi menjadikan nasi kebuli sebagai makanan tradisi Maulid Nabi Muhammad.

Video Terkait