Kementan Alokasikan Dana Rp5 Miliar Atasi Rawan Pangan di Tolikara

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Tolikara. (Antara/Marius Frisson Yewun)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 11 Oktober 2021 | 18:00 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Ketahanan Pagan Nasional menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) Rp5 miliar lebih untuk mengatasi rawan pangan di Kabupaten Tolikara, Papua. Bantuan itu terdiri atas DAK non-fisik dan fisik. Untuk DAK non-fisik sudah disalurkan ke kelompok tani di lima distrik.

"DAK non-fisik ini sebesar Rp350 juta dibagi lima gabungan kelompok tani (Gapoktan), masing-masing menerima Rp70 juta. Pencairannya dalam dua tahap. Pencairan tahap kedua setelah pekerjaan mencapai 100 persen," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolikara Desman Penggu di Karubaga, Senin (11/11/2021).

Sedangkan DAK fisik dianggarkan Rp5 miliar lebih. Dana ini akan diterima 16 Gapoktan atau 16 distrik di kabupaten itu.

"Kami berusaha 16 Gapoktan ditambah 5 Gapoktan sebelumnya, harus terealisasi sesuai harapan, sehingga bantuan serupa di tahun mendatang tetap ada," katanya.

Baca Juga: Kementan Alokasikan Dana Rp5 Miliar Atasi Rawan Pangan di Tolikara
Mentan Ajak Seluruh Pihak Jaga Tradisi Pertanian Berlandaskan Pancasila

Dia memastikan Pemda memiliki komitmen menyiapkan pangan di beberapa daerah rawan pangan melalui hasil pertanian lokal.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Tolikara, kita siapkan pangan lokal seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan komoditas unggulan lokal lainnya," katanya.

Pihaknya hanya memetakan peta rawan pangan, sedangkan yang memutuskan menerima bantuan adalah pemerintah pusat, berdasarkan hasil survei.

"Kami hanya siapkan data dan lakukan pendampingan di semua Gapoktan," pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait