Penelitian: Makanan Organik Lebih Sehat Ketimbang Makanan Konvensional, Ini Alasannya

Ilustrasi - Sayuran organik.(Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Sariagri - Produk makanan organik terbukti lebih sehat dibandingkan makanan konvensional yang padat bahan kimia. Selain menghilangkan kekhawatiran atas penggunaan pestisida yang sangat beracun, memilih kemasan organik merupakan cara efektif untuk menghindari bahan-bahan yang merugikan.

Hasil studi peer-review baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nutrients yang dipimpin oleh para ilmuwan di Environmental Working Group. Para peneliti  mengumpulkan data produk makanan yang mencakup lebih dari 72.000 makanan konvensional dan 8.000 makanan kemasan organik, yang mewakili 85% dari semua produk makanan yang dijual ke konsumen Amerika Serikat.

Hasil analisa menunjukkan, makanan kemasan organik menimbulkan masalah kesehatan yang jauh lebih sedikit daripada produk konvensional. Produk organik olahan cenderung memiliki jumlah garam, lemak jenuh, gula, dan gula tambahan yang lebih rendah, demikian dikutip dari beyondpesticides.org.

Kesimpulan ini tampaknya sejalan dengan beberapa penelitian yang diterbitkan sebelumnya. Pada November 2020, sebuah studi menemukan bahwa makanan organik menurunkan risiko terkena diabetes tipe dua.

Pada 2010 penelitian menemukan bahwa stroberi yang tumbuh secara organik memiliki umur simpan yang lebih lama, aktivitas antioksidan yang lebih tinggi, dan konsentrasi Vitamin C dan senyawa fenolik lainnya yang lebih besar.

Sementara penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 menemukan bahwa susu organik memenuhi kebutuhan nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 lebih tinggi daripada produk yang ditanam secara kimia konvensional, dan sebuah studi tahun 2018 menemukan hasil yang serupa pada sapi organik, terutama yang diberi makan rumput.

Baca Juga: Penelitian: Makanan Organik Lebih Sehat Ketimbang Makanan Konvensional, Ini Alasannya
Jangan Sampai Salah, Ini 3 Kunci Diet untuk Menurunkan Berat Badan dan Tingkatkan Kesehatan



Pada tahun 2019, tim peneliti Australia menemukan bahwa produk makanan organik bahkan membuat perbedaan dalam hal mikrobioma. Apel organik misalnya, mengandung komunitas bakteri yang jauh lebih beragam yang pada akhirnya lebih sehat untuk usus seseorang.

Dengan tingkat pemrosesan, profil bahan, kandungan nutrisi dan antioksidan, dan keragaman mikroba, semuanya memberikan bukti manfaat kesehatan dibandingkan makanan yang diproduksi dan diproses secara konvensional, tidak mengherankan jika penelitian terbaru yang diterbitkan pada bulan Juli tahun ini menemukan siswa yang mengonsumsi makanan organik mendapat skor lebih tinggi pada tes kognitifnya. 

Video Terkait