Ternyata Ini Penyebab Tingginya Harga Jagung yang Akibatkan Harga Daging Ayam Naik

Panen Jagung Hibrida di Bogor. (Sariagri/Akbarda Winardi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 24 September 2021 | 12:20 WIB

Sariagri - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Aditya Alta, mengatakan penyebab harga jagung sebagai pakan ternak naik jika dilihat dari pernyataan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki penjelasan yang berbeda.

“Dari sisi Kementan stok sebanarnya cukup, sementara Kemendag bilang stok tidak cukup, sementara data produksi dan data penggunaan sendiri yang tersedia untuk publik ada leg-nya satu tahun,” ujarnya dalam webinar ‘Harga Daging Ayam Naik, Harga Jagung Pemicunya’, Jumat (24/9/2021).

Adit menjelaskan bahwa memperhatikan pernyataan dari Kementerian tersebut harga jagung naik disebabkan oleh stok yang ada di dalam negeri diperebutkan oleh industri dan peternak mandiri. Hal tersebut seiring dengan adanya regulasi yang mengatur bahwa tidak adanya impor jagung pakan oleh Pemerintah.

“Kalau penjelasan dari Kementerian Pertanian yang saya tangkap, akar masalahnya dari struktur pasar yang terdiri dari industri pakan besar, di sisi lain ada peternak mandiri. Kemudian juga karena tidak ada impor jagung pakan berdasarkan regulasi, baik industri maupun peternak berebut stok domestik yang sama, tentunya skala penyerapan antara perusahaan besar dengan peternak kecil itu berbeda, ini yang kemungkinan mendorong harga jadi naik,” jelasnya.

Lebih lanjut Adit mengungkapkan bahwa jika dilihat dari harga komoditas jagung di pasar internasional menurutnya tidak ada kendala. Dikatakannya, berdasarkan data World Bank Pink Sheet harga jagung berangsur turun, di mana puncak penurunannya pada bulan Juni lalu.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Tingginya Harga Jagung yang Akibatkan Harga Daging Ayam Naik
Curiga Harga Jagung Naik Akibat 'Permainan' Oknum, Peneliti Sarankan Impor

“Menurut World Bank Pink Sheet harga sebenarnya itu berangsur turun harga jagung, puncaknya pada bulan Juni lalu. Begitu juga (data) pasar komoditas berjangka, harga jagung bulan ini itu lebih rendah 3,8 persen dibanding bulan lalu,” ungkapnya.

Adit menambahkan bahwa biaya pakan ternak merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi. Menurut dia, biaya pakan menyumbang sekitar 72 persen dalam biaya ternak ayam petelur, dan sekitar 57 persen untuk ayam broiler.

Video Terkait