Kediri Punya Kampung Wisata Edukasi Pembuatan Tahu dan Olahannya

Tahu takwa, tahu kuning khas dari Kota Kediri, Jawa Timur. (Antara Jatim/ HO-Kominfo Kota Kediri)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 14 September 2021 | 19:40 WIB

Sariagri - Kota Kediri tidak dapat dipisahkan dari tahu sebagai oleh-oleh khasnya. Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menjadikan Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren sebagai lokasi wisata edukasi pembuatan lauk tahu dan olahannya.

Kepala Kelurahan Tinalan, Kota Kediri Yusuf Iswanto mengatakan biasanya wisatawan saat berkunjung ke Kota Kediri singgah di Kelurahan Tinalan untuk membeli oleh-oleh makanan olahan dari tahu.

"Jadi sebanyak 34 produsen tahu berada di sepanjang Kelurahan Tinalan gang empat ini. Rata-rata pembuatan tahu ini sudah dijalankan sejak puluhan tahun lalu secara turun-temurun," ujar Yusuf, Selasa (14/9/2021).

Dikatakan Yusuf, tidak hanya lauk tahu, masyarakat juga membuat inovasi berbagai macam olahan makanan dari tahu di antaranya stik tahu, tahu walik, cokelat tahu dan berbagai macam olahan tahu lainnya.

Yusuf mendukung penuh UMKM tahu di Kelurahan Tinalan untuk terus berkreasi dengan beragam produknya. Terlebih lagi saat pandemi COVID-19, pemilik UMKM dituntut untuk terus kreatif agar usahanya juga semakin dikenal.

"Kami selalu mendukung apa yang dilakukan masyarakat seperti membuat berbagai inovasi dari olahan tahu. Kami juga selalu berkomunikasi dengan paguyuban para produsen tahu ini agar keluh kesah mereka dapat tersalurkan serta dapat membantu mereka jika mengalami kendala," kata Yusuf.

Supingi, pemilik usaha tahu dengan merek "Stik Tahu Wijaya Kembar" di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengatakan usaha yang dikelolanya sudah cukup lama. Dia juga mengakui dalam menjalankan suatu usaha diperlukan inovasi dan peluang usaha lain yang bisa dikembangkan dari bisnis yang dijalani.

Untuk itu, dia membuat olahan beragam makanan dari bahan baku tahu. Selain produk bisa bervariasi, pelanggan juga mempunyai beragam pilihan untuk membeli produknya.

"Usaha olahan makanan dari tahu ini peluang usahanya yang cukup besar, karena kebanyakan para produsen tahu ini hanya membuat tahu saja, tidak membuat produk olahan lain. Jadi saya memanfaatkan peluang," kata Supingi.

Sementara itu, Jamaludin pemilik merek "Tahu 99" di Kelurahan Tinala ini mengatakan dirinya sudah pernah mengalami naik turun dalam menjalankan usaha. Namun dia tetap bertahan di bisnis tahu ini karena ingin menjaga makanan khas dari Kota Kediri yaitu tahu.

Baca Juga: Kediri Punya Kampung Wisata Edukasi Pembuatan Tahu dan Olahannya
Kurangi Ketergantungan Impor Kedelai dengan Konsistensi Produksi

"Kota Kediri ini tidak lepas dari makanan tahu, jadi saya masih bertahan di bisnis ini sejak 2005. Wisatawan ketika ke sini pasti mereka akan mencari tahu sebagai oleh-olehnya," kata Jamaludin yang juga Ketua Paguyuban Kampung Tahu Kediri.

Dia mengaku bangga ketika Pemkot Kediri menjadikan Kelurahan Tinalan gang 4 menjadi wisata edukasi Kampung Tahu. Dengan itu, makanan ini semakin dikenal. Tahu yang diproduksi tahu putih, tahu kuning atau akrab disebut tahu takwa dan beragam olahan tahu.(Ant)

Video terkait:

Video Terkait