Pemerintah Jepang Naikan Harga Gandum Impor, Ini Pemicunya

Ilustrasi - Komoditas pangan gandum.(Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 9 September 2021 | 17:30 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian Jepang menyatakan harga jual gandum impor ke perusahaan penggilingan akan dinaikkan 19 persen mulai 1 Oktober 2021 mendatang. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak kenaikan sekitar 30 persen pada April 2008.

Kebijakan ini diambil karena harga pasar internasional sedang naik karena tingginya permintaan dari Cina. Selain itu, banyak negara penghasil gandum harus menghadapi cuaca ekstrem yang menyebabkan kekeringan atau bencana alam lain. 

Dilansir Nippon.com, Kamis (9/9/2021), harga rata-rata lima merek gandum impor akan naik 9.890 yen dari level saat ini menjadi 61.820 yen per ton. Harga jual baru itu lebih tinggi dalam satu dekade terakhir yang rata-rata 53.690 yen. Harga itu juga tertinggi sejak angka 64.750 yen ditetapkan pada saat revisi April 2009.

Baca Juga: Pemerintah Jepang Naikan Harga Gandum Impor, Ini Pemicunya
Daftar Makanan Sehat yang Bisa Kamu Stock Selama Isolasi Diri

Kenaikan harga itu diperkirakan akan berdampak pada harga roti dan tepung. Harga eceran roti diperkirakan akan naik 2,3 yen per bush, sedangkan harga tepung rumah tangga naik 14,1 yen per kilogram.

Menurut Kementerian Pertanian, kenaikan harga eceran akan diberlakukan tiga bulan setelah kenaikan harga jual negara. Kenaikan harga jual gandum impor dinilai akan berdampak pada kenaikan indeks harga konsumen negara itu sebesar 0,016 poin persen.

Video terkait:

Video Terkait