Studi: Konsumsi Kacang Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Perpanjang Usia

Ilustrasi kacang almond. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 6 Agustus 2021 | 17:30 WIB

SariAgri - Dua penelitian Harvard menunjukkan bahwa mengonsumsi segenggam kacang sehari dapat membantu kita menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih lama. Penelitian ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menyebutkan bahwa orang yang mengkonsumsi kacang setiap hari lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan.

"Kami menemukan bahwa orang yang makan kacang setiap hari hidup lebih lama, hidup lebih sehat daripada orang yang tidak makan kacang," kata Frank Hu, Profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health, yang juga penulis studi tersebut.

Para peneliti menunjukkan komposisi kacang berupa serat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan fitokimia, dapat memberikan sifat kardioprotektif, antikarsinogenik, antiinflamasi, dan antioksidan, demikian dikutip dari premiumtimesng.com.

Studi

Menurut laporan penelitian tersebut, orang yang memakan kacang setiap hari memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk meninggal selama penelitian dibandingkan mereka yang menghindari kacang. Temuan ini diperoleh dari hampir 120.000 peserta dalam Studi Kesehatan Perawat dan Studi Kesehatan Dokter.

Peserta penelitian menjawab pertanyaan tentang diet mereka pada awal penelitian pada 1980-an dan kemudian setiap dua hingga empat tahun selama 30 tahun masa tindak lanjut.

Para peneliti mengklasifikasikan peserta ke dalam enam kategori mulai dari tidak pernah makan kacang hingga makan kacang tujuh kali atau lebih per minggu. Semakin sering orang makan kacang, semakin rendah risiko kematian dini, kata studi tersebut.




Kesehatan jantung

Laporan tersebut menemukan bahwa orang yang berisiko terkena serangan jantung dapat mengurangi risikonya dengan mengonsumsi makanan sehat yang mencakup kacang-kacangan.

Makan kacang dapat menurunkan kadar lipoprotein densitas rendah (LDL), kolesterol dan trigliserida, yang menyebabkan penumpukan endapan atau plak di arteri.

Kacang juga dapat meningkatkan kesehatan lapisan arteri, menurunkan tingkat peradangan yang terkait dengan penyakit jantung dan mengurangi risiko pengembangan pembekuan darah, yang seringkali menyebabkan serangan jantung dan kematian.

Risiko kanker

Selain penyakit jantung, kacang juga bermanfaat membantu mencegah kanker, seperti dilaporkan dalam studi terpisah yang diterbitkan di National Library of Health.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kacang adalah sumber protein nabati yang berharga, sumber asam lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, asam folat, fitoestrogen, dan serat.

Sifat antioksidan dan anti-inflamasi kacang dan komponennya dapat berkontribusi pada aktivitas anti-kanker, serta memberikan efek kardioprotektif. Sifat-sifat  ini membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang berperan dalam perkembangan kanker.

Manfaat lainnya

Kacang mengandung sebagian besar lemak sehat tak jenuh, protein, serat, vitamin, mineral dan antioksidan. "Kacang mengandung protein dan serat yang tinggi, yang menunda penyerapan dan mengurangi rasa lapar," kata Mr. HU.

Karenanya menurut HU, orang yang suka makan kacang tidak mengalami masalah obesitas. Kacang mampu menekan rasa lapar dengan menyerap kelembapan pada saluran pencernaan sehingga membuat seseorang merasa lebih kenyang.

Tips makan kacang

Dalam studi yang berbeda, profesor kedokteran di University of Pennsylvania, Kris-Etherton, memberikan tips untuk menjadikan kacang sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Baca Juga: Studi: Konsumsi Kacang Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Perpanjang Usia
Ini Dia 5 Jenis Kacang yang Sehat Jika Dikonsumsi



Menurutnya, selai kacang dapat dioleskan pada roti panggang untuk sarapan pagi sebagai pengganti mentega atau keju krim. Cara lain adalah dengan menaburkan kacang cincang pada sereal atau yogurt, memasukkan kacang ke dalam salad atau tumis, topping buah atau kerupuk dengan mentega kacang, dan mengonsumsi kacang-kacangan sebagai makanan biasa.

Video Terkait