Ahli Gizi IPB University: Kacang dan Umbi Solusi Pangan Alternatif Pencegah Stunting pada Anak

Ilustrasi kacang-kacangan. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 30 Juli 2021 | 20:00 WIB

SariAgri - Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak janin yang dapat menyebabkan tinggi anak yang terlalu pendek. Ahli Gizi IPB University, Ali Khomsan mengungkapkan jika seorang anak mengalami stunting maka tidak hanya muncul masalah pada tinggi tubuh tetapi juga intelektualitasnya.

“Kalau intelektualnya bermasalah, dari sisi ekonomi makro stunting juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pasar kerja serta memperburuk kesenjangan (kemiskinan antargenerasi),” kata Ali dalam webinar Balitkabi, Jumat (30/7).

Ali menyebutkan penyebab stunting 74-78 persen dipengaruhi faktor lingkungan dalam hal ini nutrisi makanan. Faktor keturunan hanya menjadi penyebab kecil terjadinya stunting pada anak.

“Kita bisa lihat orang-orang Jepang waktu ke Indonesia tahun 1942 itu mereka stunting, tapi sekarang kita bisa lihat orang Jepang tinggi-tinggi,” sebutnya.

Angka stunting Indonesia di tahun 2019 dikatakan Ali mencapai 27,7 persen sementara WHO menyebutkan jika suatu negara mempunyai jumlah malnutrisi 15 persen atau lebih maka harus diberikan bantuan makanan tambahan pada bayi dan balita terutama yang berasal dari keluarga miskin.

Karena itu, Pemerintah menargetkan angka stunting Indonesia turun hingga di angka 14 persen pada tahun 2024. Namun, krisis akibat COVID-19 telah menghantam upaya tersebut.

“Ini sangat berat sekali, PR dari jajaran kesehatan dan kementerian lain untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ali membeberkan, meskipun pola pangan harapan Indonesia mencapai nilai di atas 90 namun, jika dilihat rincian berbagai jenis makanan yang dikonsumsi, kacang-kacangan dan umbi-umbian masih sangat kurang. Serealia dan lemak nabati masih mendominasi pola pangan harapan.

Dia menegaskan, perlunya menurunkan konsumsi beras dan terigu pada konsumsi pangan nasional. Sementara kacang-kacangan, umbi-umbian, pangan hewani dan sayuran serta buah konsumsinya harus ditingkatkan. Padahal menurut Ali sudah banyak bukti bahwa konsumsi kacang-kacangan seperti kedelai, kacang hijau, kacang merah dan umbi-umbian seperti ubi jalar bisa menjadi alternatif solusi pangan dalam pencegahan stunting pada anak.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua, terutama di jajaran pertanian bagaimana bisa meningkatkan konsumsi masyarakat pada komoditas pangan kacang-kacangan dan umbi-umbian,” pungkasnya

 

Video Terkait