Pandemi COVID-19, Guru Besar IPB University: Konsumsi Umbi-umbian Baik Tingkatkan Imunitas Tubuh

Ilustrasi umbi gembili. (Foter.com)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Jumat, 30 Juli 2021 | 11:15 WIB

SariAgri - Saat pandemi COVID-19, banyak orang membicarakan tentang three lines defense imunitas tubuh. Lini pertahanan pertama yaitu fisik atau kulit, kedua yaitu metabolisme dan yang ketiga yaitu pertahanan spesifik.

Melihat tiga lini pertahanan imunitas tubuh, ternyata terdapat unsur-unsur nutrisi yang menjadi penopang sistem kekebalan tubuh. Untuk melengkapi unsur nutrisi, orang dewasa harus lebih memperhatikan pengurangan jumlah kalori pada makanan tanpa mengurangi rasa kenyang dan kesehatan, salah satunya dengan mengonsumsi komoditas pangan fungsional yaitu umbi-umbian.

Guru Besar Fakultas Pertanian, IPB University, Edi Santosa mengatakan banyak orang ketika membicarakan umbi-umbian akan cenderung mengarah pada istilah pangan lokal. Berbagai jenis umbi-umbian yang banyak ditemukan di Indonesia seperti talas, ubi jalar, gadung, kimpul, gembili, suweg, beneng, ganyong, gembolo, kentang, porang dan singkong ternyata bisa menjadi pangan fungsional yang baik menopang tiga lini pertahanan imunitas tubuh.

“Saya mencoba membuat pemetaan unsur-unsur apa saja yang menjadi penopang utama dari three lines defense tentang sistem imun. Beberapa unsur menjadi pertahanan di beberapa lini sistem imun, dilihat dari sebaran kandungan nutrisi, vitamin, protein dan sebagainya terlihat sangat jelas, kandungan talas, singkong, ubi jalar dan kentang memenuhi semua kaidah yang menjadi three lines of defense dari sistem imun,” kata Edi dalam Webinar Balitkabi tentang Potensi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi untuk Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi, Jumat (30/7/2021).

Namun, menurut Edi persoalan yang ada yaitu bagaimana caranya masyarakat mulai mengintroduksi dan membiasakan dengan baik untuk mengonsumsi umbi-umbian.

“Karena selama ini orang beranggapan mengonsumsi umbi-umbian itu lebih ribet, tetapi sebetulnya kalau ini kita dukung dengan teknologi pengolahan yang baik tentu saja akan menjadi sesimpel mengolah beras,” tuturnya.

Maka dari itu, Edi mengungkapkan pentingnya membuat program pemuliaan tanaman umbi yang mengarah pada kandungan nutrisi fungsional tersebut.

“Alasan mengapa harus mengembangkan tanaman umbi-umbian yaitu selain manfaat yang baik bagi kesehatan, dari sisi industri turunan juga sangat baik, dan dari sisi budidaya relatif lebih mudah,” ungkapnya.

Keuntungan secara agronomi, lanjut dia, tanaman umbi-umbian mudah ditanam dengan input yang rendah, tahan serangan hama penyakit, tahan kekeringan, adaptif terhadap cekaman lingkungan, dan perubahan iklim.

Baca Juga: Pandemi COVID-19, Guru Besar IPB University: Konsumsi Umbi-umbian Baik Tingkatkan Imunitas Tubuh
Belajar Pertanian Perkotaan dari Warga Winongo

Edi menambahkan apabila tanaman umbi-umbian bisa dikembangkan dengan baik, tentunya dapat memberdayakan lahan-lahan yang selama ini tujuannya untuk mengembangkan tanaman padi.

“Saya rasa kalau menanam padi itu inpunya sangat besar dan kurang adaptif terhadap cekaman lingkungan tidak seperti menanam umbi-umbian. Harapannya, aneka umbi-umbian ini adalah komoditas kita yang perlu dilestarikan dan diperkuat dengan penelitian untuk lebih bisa memberdayakan komoditas umbi-umbian,” tandasnya.