Mengenal 7 Jenis Keju Paling Sehat dan Enak

Ilustrasi keju. (Freepik)

Editor: M Kautsar - Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB

SariAgri - Keju adalah salah satu produk turunan dari susu yang diolah dalam berbagai macam rasa dan tekstur berbeda. Keju juga termasuk produk dairy yang paling banyak dikonsumsi karena mudah diolah sebagai campuran bahan makanan yang enak dan sehat.

Kebanyakan keju adalah sumber protein dan kalsium yang baik. Secara khusus, keju tertentu dapat memberikan nutrisi penting yang dapat meningkatkan kesehatan usus, membantu penurunan berat badan, meningkatkan kesehatan tulang, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Keju juga merupakan sumber protein, kalsium, dan beberapa nutrisi lainnya yang sangat baik. Namun, beberapa diantaranya juga mengandung sodium dan lemak yang tinggi, sehingga tidak bia dikonsumsi secara berlebihan.

Berikut adalah tujuh jenis keju yang paling sehat yang banyak ditemukan di pasaran seperti dikutip Healthline.

1. Keju mozzarella

Mozzarella adalah keju putih yang memiliki tekstur sangat lembut dengan kadar air yang tinggi. Keju yang berasal dari Italia ini biasanya terbuat dari susu kerbau Italia atau susu sapi. Mozzarella dianggap lebih rendah sodium dan kalori daripada kebanyakan keju lainnya.

Mozzarella juga mengandung bakteri yang bertindak sebagai probiotik, termasuk strain Lactobacillus casei dan Lactobacillus fermentum yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

2. Keju biru

Keju biru terbuat dari susu sapi, kambing, atau domba yang telah diawetkan dengan kultur dari jamur Penicillium. Keju putih dengan urat dan bintik-bintik biru atau abu-abu ini mengandung kalsium tinggi dari pada jenis keju lainnya. Aromanya sangat khas dengan rasa yang tajam dan sedikit pedas.

3. Keju feta

Feta adalah keju putih, lembut dan asin yang berasal dari Yunani. Keju ini terbuat dari susu domba atau kambing. Feta yang berasal dari susu domba memberi rasa yang kuat dan tajam, sedangkan feta dari susu kambing rasanya lebih ringan dan lembut.

Feta adalah keju yang rendah kalori dibanding keju jenis lainnya. Feta mengandung asam linoleat terkonjugasi (CLA), yang dikaitkan dengan pengurangan lemak pada tubuh

4. Keju cottage

Keju cottage adalah keju putih lembut yang terbuat dari dadih susu sapi. Keju yang berasal dari Amerika Serikat ini mengandung lebih banyak protein daripada jenis keju lainnya.  Meski tinggi protein, keju cottage termasuk keju yang rendah kalori, dan sering direkomendasikan untuk diet menurunkan berat badan.

5. Keju ricotta

Ricotta adalah keju Italia yang terbuat dari susu sapi, kambing, domba, atau susu kerbau Italia yang tersisa dari pembuatan keju lainnya. Ricotta memiliki tekstur krim dan sering digambarkan sebagai versi keju cottage yang lebih ringan.

Protein dalam keju ricotta sebagian besar adalah whey, protein susu yang mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan manusia. Whey berkualitas tinggi yang ditemukan dalam ricotta dapat meningkatkan pertumbuhan otot dan membantu menurunkan tekanan darah

6. Keju parmesan

Parmesan adalah keju keras dan tua yang memiliki tekstur berpasir dan rasa asin seperti kacang. keju ini terbuat dari susu sapi mentah yang tidak dipasteurisasi. Keju parmesan bisa digunakan setelah berumur minimal 12 bulan untuk membunuh bakteri berbahaya dan menghasilkan rasa yang kompleks.

Parmesan kaya akan kalsium dan fosfor yaitu nutrisi yang berperan dalam pembentukan tulang. Parmesan juga sangat rendah laktosa dan biasanya dapat ditoleransi oleh kebanyakan orang yang memiliki intoleransi laktosa.

7. Keju swiss

Seperti namanya, keju swiss adalah keju yang berasal dari negara Swiss. Keju semi-keras dan berlubang ini biasanya dibuat dari susu sapi dan memiliki rasa yang ringan dan pedas. Lubang khasnya dibentuk oleh bakteri yang melepaskan gas selama proses fermentasi.

Karena lebih rendah sodium dan lemak daripada kebanyakan keju lainnya, keju swiss sering direkomendasikan bagi mereka yang perlu menjaga asupan garam atau lemak, seperti orang dengan tekanan darah tinggi.

Video Terkait