Ingin Menyimpan Daging Kurban? Ini Tips dari Pakar Ternak UGM

Dok. pembagian daging kurban saat Hari Raya Idul Adha (SariAgri/Rio P)

Editor: M Kautsar - Senin, 19 Juli 2021 | 15:50 WIB

SariAgri - Pemerintah telah memutuskan bahwa Hari Raya Idul Adha 1442 H akan jatuh pada hari Selasa besok, tanggal 20 Juli 2021.

Salah satu kegiatan utama dalam perayaan Hari Raya Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah kurban. Daging kurban itu, baik sapi maupun kambing, kemudian dibagikan kepada masyarakat. 

Pakar produksi ternak dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Panjono, mengatakan bahwa masyarakat diharapkan langsung memasak daging kurban yang diterimanya.

Namun jika daging kurban tersebut terpaksa disimpan, Panjono memberikan beberapa tips sebagai berikut,

1. Daging yang akan disimpan sebaiknya tidak dicuci. Alasannya, jika dicuci akan memberi peluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk ke dalam daging;

2. Giling atau potong daging menjadi ukuran kecil atau sedang;

3. Bagi daging gilingan atau potongan berdasarkan perkiraan kebutuhan sekali masak;

4. Kemas daging giling atau potongan yang telah dibagi tersebut dalam kantung plastik atau wadah tertutup rapat, lebih bagus lagi kalau divakum.

“Jika poin kedua, ketiga, dan keempat ini dilakukan, maka akan mempermudah ketika nanti hendak mempergunakan daging yang telah disimpan,” kata Panjono dalam Webinar Aman Beribadah di Bulan Zulhijah: Urgensi Ibadah Kurban dan Tata Cara Pelaksanaannya di Masa Pandemi pada Sabtu (17/07).

Panjono menjelaskan bahwa daging akan bertahan lama ketika dibekukan dalam freezer. Akan tetapi, sebaiknya daging disimpan terlebih dahulu ditaruh di chiller selama beberapa saat, baru dipindahkan ke dalam freezer.

Cara ini guna menjaga struktur daging agar tetap stabil dan dapat lebih empuk. 

Ketika mengalami proses pendinginan, daging akan mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). Oleh karena itu, daging sebaiknya dimasukkan ke chiller agar proses pendinginan berlangsung rata dan pembekuannya tidak mendadak. 

“Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging,” kata Panjono.

Begitu juga ketika daging yang disimpan di freezer hendak dimasak, sebaiknya dipindahkan dahulu ke chiller agar proses thawing (pencairan) dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging tetap bagus ketika digunakan. 

“Kalau thawing-nya mendadak, biasanya struktur daging rusak dan banyak drip (air beserta isi-isi plasma sel) yang keluar,” terang Panjono.

Panjono juga turut memberikan tips terkait tata cara mengolah atau memasak daging tersebut.

Pertama, daging harus dimasak dengan benar dan matang. Hal ini guna membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging. 

Kedua, jika daging tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, Panjono berpesan untuk membuang bagian-bagian yang gosong atau kerak karena dapat berdampak tidak bagus bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Video Terkait