Gurihnya Cuan Bisnis Keju Koperasi Tasikmalaya di Tengah Pandemi COVID-19

Ilustrasi keju. (Freepik)

Editor: Reza P - Sabtu, 10 Juli 2021 | 23:00 WIB

SariAgri - Kebutuhan masyarakat kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terhadap produk olahan susu seperti keju yang terus meningkat menjadi celah bagi Koperasi Unit Desa Mitrayasa Pagerageung untuk berkembang.

Pelemahan ekonomi yang terjadi selama masa pandemi COVID-19, justru menjadikan mereka semakin bersemangat menghasilkan produk keju yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kami baru memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan (keju), sementara 75 persennya belum terpenuhi,” ujar Ketua Koperasi Unit Desa Mitrayasa Pagerageung, Fariz Aroemni.

Seperti diketahui keju merupakan makanan olahan dari susu, yang dihasilkan dengan memisahkan zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi, yang dibantu bakteri atau enzim tertentu bernama rennet. Hasilnya, produk keju bisa dikeringkan hingga diawetkan dengan ragam cara.

Produksi Keju Tasikmalaya. (Sariagri/Jayadi Supriadin)
Produksi Keju Tasikmalaya. (Sariagri/Jayadi Supriadin)

Menurut Fariz, geliat potensi peternakan sapi perah di kota Santri Tasikmalaya, masih terbuka lebar seiring masih minimnya produksi dan tingginya permintaan terhadap hasil produksi peternakan sapi.

“Masih banyak peluang yang bisa kita gali dan kita lakukan, yang pasti peternak sapi, petani rumput, dan tenaga kerja juga jelas ada kegiatan baru,” kata dia.

Ia mencontohkan potensi usaha keju di kabupaten Tasikmalaya yang cukup terbuka lebar untuk dikembangkan, di tengah masih minimnya bahan baku susu yang akan diolah.

“Potensinya tidak hanya satu titik, tapi beberapa titik, mulai dari sapinya, peternak, nanti juga tercipta da peluang baru,” kata dia.

Saat ini, total produksi keju yang ia hasilkan baru disokong 50 peternak dengan total produksi susu segar mencapai 1.000 liter, padahal kebutuhan pasar bisa hingga empat kali lipat.

“Karena susunya belum ada, kita bertahap,” ujar dia.

Selain melayani penjualan keju, koperasi juga ujar Fariz bergerak untuk menjual susu segar bagi warga sekitar.

“Kita juga jual eceran di depot milik koperasi dan sisanya 500 liter olah untuk keju,” kata dia.

Saatnya Naik Kelas

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM Victoria BR Simanungkalit menyatakan, saat ini pemerintah tengah gencar menggalakan program pembinaan agar koperasi dan UMKN di tiap daerah di Indonesia naik kelas menjadi modern.

Produksi Keju Tasikmalaya. (Sariagri/Jayadi Supriadin)
Produksi Keju Tasikmalaya. (Sariagri/Jayadi Supriadin)

“Pendekatannya secara korporasi, kekinian dengan hitungan sangat efisien dan akurat, sehingga koperasi dan UMKM bertumbuh dan berkembang,” kata dia.

Untuk itu, pemerintah mengajak para pelaku UMKM dan koperasi tidak hanya fokus menjalankan bisnis semata, namun diharapkan mampu mengubah mindset pelaku usaha untuk berkembang.

Baca Juga: Gurihnya Cuan Bisnis Keju Koperasi Tasikmalaya di Tengah Pandemi COVID-19
Tingkatkan Nilai Ekonomis, Ubi Diolah Menjadi Camilan Keripik Stik

“Kami juga buka kerja sama dengan perusahaan agar mereka mampu mengolah susu yang disukai pasar,” kata dia.

Dengan upaya itu, keberadaan UMKM dan koperasi di daerah bakal terus berkembang dengan menghasilkan produk yang disukai pasar, sesuai perubahan zaman.

“Inilah yang akan dibentuk pemerintah sebuah ekosistem yang saling menunjang, sehingga usaha-usaha baik UMKM maupun koperasi dapat berkembang,” kata dia.

Video Terkait