Kalangan Konservatif Klaim Kebijakan Iklim AS Bisa Pangkas Konsumsi Daging

Daging beku harganya lebih murah dan hiegenis (PxHere)

Penulis: Yoyok, Editor: M Kautsar - Selasa, 18 Mei 2021 | 14:40 WIB

SariAgri - Gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tentang larangan konsumsi daging merah dinilai sebagai klaim yang keliru dan sekarang menjadi meme yang viral. Bahkan, kalangan konservatif, termasuk anggota parlemen kubu Republik, kian terus menyebarluaskan klaim itu.

Padahal, Menteri Pertanian AS, Tom Vilsack, mengatakan pemerintahan Biden tidak berniat membatasi konsumsi daging masyarakat. “Dalam dunia politik, selalu ada intrik, berbagai isu pun dihembuskan ke dalam obrolan (sehari-hari), meski (mereka) tahu betul isu itu tak berdasar,” kata Tom, seperti dikutip sejumlah media, Selasa (18/5).

Semua itu berawal dari berita palsu sebuah tabloid Inggris yang menyatakan bahwa kebijakan iklim Biden bisa membatasi konsumsi burger orang Amerika menjadi satu porsi per bulan, jauh di bawah rata-rata sekarang, tiga burger per minggu, seperti yang dirilis Departemen Pertanian AS.

Artikel itu secara asal-asalan mengaitkan proposal Biden untuk mengatasi krisis iklim dengan penelitian Universitas Michigan tahun 2020 yang menyebut bahwa dengan memangkas konsumsi daging Amerika hingga separuhnya, emisi gas rumah kaca akan berkurang hingga 1,6 miliar metrik ton pada tahun 2030, sekitar 25 persen dari emisi tahunan Amerika.

Martin Heller adalah salah seorang peneliti yang terlibat. “Itu sungguh tidak nyambung. Kami tidak pernah memberi masukan apapun ke dalam rekomendasi suatu kebijakan. Dan sejauh yang saya tahu, pemerintahan Biden juga tidak pernah mengutip penelitian kami,” ujarnya.

Dengan klaim keliru tersebut, isu daging menjadi simbol kemerdekaan individu melawan tirani pemerintah – mengubah burger menjadi medan pertempuran terbaru dalam perang budaya Amerika.

Tom Nealon, penulis buku Food Fight and Culture War, mengatakan, “Kelompok konservatif suka mengasosiasikan diri dengan budaya koboi, peternakan dan maskulinitas. Steak dan daging menjadi bagian dari itu."

Dengan meningkatnya kesadaran soal dampak produksi makanan terhadap perubahan iklim, konsumsi daging bisa menjadi isu politik. Jajak pendapat Gallup tahun 2018 menunjukkan bahwa 11 persen warga liberal mengaku vegetarian, sementara di kalangan warga konservatif hanya 2 persen.

Baca Juga: Kalangan Konservatif Klaim Kebijakan Iklim AS Bisa Pangkas Konsumsi Daging
IHSG Ditutup Menguat di Atas 6.000

Meski demikian, tidak ada ancaman pelarangan daging di Amerika. Menurut Departemen Pertanian AS, satu orang Amerika rata-rata mengonsumsi 37 kilogram daging setiap tahunnya.

Tapi kini memang semakin banyak warga yang beralih mengonsumsi makanan yang terbuat dari protein nabati, yang sekarang semakin umum ditemukan di restoran-restoran maupun pusat perbelanjaan.

Video Terkait