Pemkot Mojokerto Temukan Makanan Parcel Tidak Cantumkan Label Kadaluarsa

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari Sidak Pangan di sejumlah pasar di Mojokerto (Sariagri/Arief L)

Penulis: Arya Pandora, Editor: Reza P - Kamis, 13 Mei 2021 | 08:30 WIB

SariAgri -

Antisipasi produk makanan minuman tak layak konsumsi jelang lebaran, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar modern yang ada di Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto Jawa Timur.

Hasilnya didapati sejumlah makanan tak memiliki label masa kadaluarsa. Produk yang tidak dilengkapi label ini langsung diminta kepada pemilik toko untuk ditarik dan tidak diperjualbelikan.

“Tadi pemilik supermarket sudah langsung kami tegur, karena ini sifatnya pembinaan. Produk makanan yang tidak diberi label kadaluarsa saya minta langsung ditarik dan harus dilengkapi jika dijual umum,“ papar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari kepada SariAgri, Rabu (12/5).

Dalam sidak ke sejumlah toko modern, wali kota yang didampingi petugas dari dinas perdagangan dan kesehatan. Seluruh produk yang diduga mengandung bahan berbahaya, seperti mie, olahan seafood, bakso, sosis ikan langsung dilakukan uji tes di lokasi.

“Dari hasil uji tes oleh petugas dari dinas kesehatan, sejauh ini kandungan makanan olahan tersebut dikategorikan aman dikonsumsi,“ kata dia.

Usai melakukan sidak di toko retail dan swalayan, wali kota yang akrab disapa ning Ita ini juga melakukan sidak harga dan stok pangan di pasar Tanjung Anyar. Hasil pemantauan stok dan harga di pasar tradisional ini dipastikan aman menjelang lebaran.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Temukan Makanan Parcel Tidak Cantumkan Label Kadaluarsa
Empat Makanan Khas Betawi Ini Wajib Ada Saat Lebaran

Bahkan harga kebutuhan pokok seperti beras, masih relatif stabil. Harga beras berkisar antara Rp8.000 per kilogram (kg) hingga Rp12.000/kg. sedangkan komoditas lainnya justru ditemukan turun harga.

“semua harga dan pasokan relatif stabil dan aman, tidak ada gejolak harga. Bahkan ada komoditas seperti telur cenderung turun harga dari sebelumnya Rp23.000 per kilo, turun menjadi Rp20.000 per kilo,“ ungkapnya.

Video Terkait