Parsel di Swalayan Probolinggo Ditemukan Makanan Kedaluarsa Dijual Bebas

Sidak makanan dan minuman parsel di Lamongan, Jawa Timur. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Jumat, 7 Mei 2021 | 17:40 WIB

SariAgri - Antisipasi produk makanan dan minuman kemasan dalam parsel yang tak layak konsumsi, petugas gabungan Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur menggelar sidak ke sejumlah swalayan yang berada di Jalan Dokter Soetomo.

Sidak petugas gabungan ini melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Satpol PP, Kepolisian dan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (LPKI).

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan puluhan jenis produk makanan dan minuman yang tidak layak jual dan tidak sesuai aturan. Seperti tidak mencantumkan label halal, tidak mencantuman tanggal kedaluarsa, tidak mencantumkan komposisi makanan dan yang paling banyak adalah pencantuman kode PIRT palsu.

Selain itu, banyak makanan yang kemasannya kurang memenuhi syarat kesehatan, sehingga meski masa expired makanan masih jauh, tapi aromanya sudah basi sehingga tidak layak jual.

“Dari hasil sidak, banyak ditemukan kemasan makanan yang kurang hiegenis, sehingga meski masa kedaluarsanya masih cukup jauh, namun dari bau tercium aroma makanan sudah kedaluarsa,“ terang asisten pemerintahan Kota Probolinggo, Gogol Sudjarwo kepada SariAgri, Jumat (7/5).

Atas temuan tersebut petugas langsung melakukan penarikan makanan untuk diamankan. Meski ditemukan pelanggaran pihak pemerintah Kota Probolinggo hanya memberikan sanksi teguran dan melakukan pembinaan kepada produsen serta penjual.

“Tidak ada hukuman meski ditemukan pelanggaran. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan teguran keras atas produk yang tidak layak konsumsi kenapa bisa lolos dijual. Nanti kami utamakan pembinaan agar hal serupa tidak terulang,” ucap dia.

Video Terkait