Sate Tanjung, Kuliner Khas Lombok Utara yang Jadi Favorit di Bulan Ramadan

Sate Tanjung Khas Lombok Utara. (SariAgri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 28 April 2021 | 19:30 WIB

SariAgri -  Tidak hanya kaya dengan ragam destinasi dan budayanya, Pulau Lombok juga dikenal dengan kekayaan kulinernya yang khas. Oleh karena itu, belum lengkap rasanya berkunjung ke Pulau yang menjadi bagian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, jika tidak mencicipi aneka kulinernya yang lezat.

Satu di antara kuliner khas Lombok yang wajib dicoba adalah Sate Tanjung yang jadi favorit di bulan ramadan. Menu hidangan ini berbahan baku utama ikan laut segar. Sama seperti namanya, sate khas satu ini bisa kita jumpai di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB.

Selain bercita rasa khas dan kaya protein, kuliner yang satu ini konon bisa mendongkrak stamina sehingga banyak diburu warga masyarakat di bulan ramadan. Sate tanjung juga termasuk unik karena sangat legendaris dan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Sekar, salah seorang pedagang sate tanjung di Kecamatan tanjung, Lombok Utara mengatakan, berbeda dengan sate pada umumnya, pembuatan sate tanjung sendiri berbahan baku utama irisan ikan Cakalang, Marlin, Tuna atau ikan Languang yang dibalur dengan bumbu kuning atau berbahan bumbu genap sebagai pelengkapnya.

"Bumbunya ini yang membedakan kita dengan pembuat sate ikan di luar, jadi sate ini juga sudah ada sejak saya belum lahir," ujar Sekar saat didatangi Sariagri, Rabu (28/4/2021).

Pedagang Sate Tanjung, Sekar. (SariAgri/Yongki)
Pedagang Sate Tanjung, Sekar. (SariAgri/Yongki)

Menurut Sekar, kata tanjung sendiri berasal dari asal muasal sate itu dibuat oleh nenek moyangnya pada zaman dulu yakni di Desa Tanjung, yang konon pertama kali mengenalkan sate tanjung ke khalayak.

Adapun proses memasak sate tanjung dijelakannya masih dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara dibakar di atas tungku perapian sebelum dihidangkan untuk dinikmati. Dalam sekali memasak, Sekar biasa menghabiskan sekitar 20 kilogram Ikan.

"Kalau bumbunya sudah jadi kita tinggal memanggangnya," ucap Sekar.

Tekstur daging ikan yang lembut berpadu dengan aroma rempahnya yang harum dengan sedikit rasa pedas menjadikan sate tanung sebagai menu Favorit yang rutin dinikmati sebagai menu kudapan warga pesisir dipulau Lombok hingga saat ini.

"Kalau saya sudah dari dulu sering membeli sate tanjung, sangat dulu sekali, mungkin belums saya lahir," kata Ihsan, salah seorang penikmat Sate Tanjung.

Baca Juga: Sate Tanjung, Kuliner Khas Lombok Utara yang Jadi Favorit di Bulan Ramadan
Cocok buat Buka Puasa, Ini Resep Membuat Bakwan dari Kacang Tolo

Menurut Ihsan, setiap kali menyantap sate tanjung, staminanya semakin bertambah ketika melakukan aktifitas sehari-hari. Untuk itulah, dalam momen bulan Ramadan ini pihaknya selalu rutin membeli Sate tanjung untuk menu berbuka puasa.

"Kita percaya ini untuk penambah stamina, rasanya juga enak, karena kebetulan kan saya juga suka makan ikan," ujarnya.

Menu tradisional yang berbahan ikan laut yang segar ini cukup dibeli Ihsan dengan harga yang lumayan terjangkau. Dimana ia hanya merogoh kocek sebesar Rp15 ribu saja, sudah mendapatkan satu porsi hidangan hangat Sate Ikan Tanjung.

"Saya beli Rp15 Ribu perporsi, menurut saya ini juga cukup murah," tutupnya.

Video Terkait