Hindari Panic Buying Agar Harga Stabil Menjelang Ramadan

Harga sembako masih stabil di pasar pasar Garut (Sariagri/Jayadi)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Senin, 12 April 2021 | 10:30 WIB

SariAgri - Satu hari menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) dalam kondisi aman.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan, dalam inspeksi mendadak yang dilakukan di empat pasar besar di Garut, ketersediaan Sembako cukup memadai.

“Di pasar Wanaraja, Kadungora, Limbangan dan Leles, bahan pokok penting tersedia, yang lebih menggembirakan cabe merah yang semula 120 ribu sudah turun ke 80 ribu dan 60 ribu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Untuk menghindari kenaikan harga yang signifikan ini, Nia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian sejumlah komoditas sembako dalam jumlah besar.

“Yang wajar sajalah karena ketersediaan ada, sebab kalau terjadi seperti itu nanti persediaan barang di pasar menjadi kurang harga akan menjadi naik,” ujar dia mengingatkan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Garut, Yudi Hernawan. Menurutnya, sebelum datangnya momen ramadan, lembaganya sejak bulan lalu terus melakukan pengecekan ketersediaan sejumlah komoditas bahan pokok, termasuk soal harga.

Operasi pasar di Yogya dengan menjual sembako dengan harga dasar (Sariagri/ Rizki)
Operasi pasar di Yogya dengan menjual sembako dengan harga dasar (Sariagri/ Rizki)

Di Yogya,  Disdag Kabupaten Bantul bersama Disperindag DIY serta Bulog Divisi Regional DIY menggelar pasar murah kebutuhan pokok untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Adapun dalam operasi pasar murah ini menjual berbagai komoditas diantaranya seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah dan putih serta telur ayam yang seluruhnya dijual dengan dibawah harga eceran tertinggi.

“Jenis komoditas yang dijual pada hari ini berupa bahan kebutuhan pokok yang terdiri dari gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam. Semua yang dijual pada hari ini merupakan dibawah harga eceran tertinggi,” terang Drs. Sukrisna Dwi Susanta, M.Si., Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul.

Baca Juga: Hindari Panic Buying Agar Harga Stabil Menjelang Ramadan
Menunggu Harga Cabai Mulai Menurun Jelang Ramadan

Sementara itu, harga cabai rawit sehari menjelang Ramadan di Mamasa, Sulawesi Barat masih cukup tinggi. Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di daerah ini mengalami lonjakan 3x lipat. Selain harganya yang melambung tinggi dan tidak terjangkau warga, pasokannya pun kini langka di pasaran.

Kelangkaan ini bukan karena warga  membeli cabai  berlebihan menjelang ramadan , tapi anomali cuaca yang terjadi di berbagai daerah di tanah air, termasuk di kabupaten mamasa membuat petani setempat gagal produksi. Sementara permintaan cabe makin tinggi.

Video Terkait