Kenali Penyakit Karat Daun Kedelai, Penyebab dan Pengendaliannya

Ilustrasi Penyakit Karat Daun Kedelai (Foto:Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 Maret 2021 | 20:40 WIB

SariAgri -  Kedelai merupakan salah satu tanaman yang tidak asing bagi masyarakat Tanah Air. Keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri seperti pengolahan susu, kecap, tempe dan tahu.

Kedelai sebagai sumber protein nabati yang murah dan mudah diperoleh, sehingga tanaman ini sangat banyak penikmatnya. Kandungan protein kedelai mencapai 35 hingga 38 persen, tertinggi dari kacang-kacangan lainnya.

Dengan meningkatknya jumlah penduduk, permintaan kedelai pun semakin naik. Namun, produksi kedelai masih belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. Pasalnya produktivitas kedelai ditingkat petani masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah serangan penyakit karat daun.

Penyakit karat dapat menurunkan hasil karena daun yang terserang akan mengalami defoliasi lebih awal, sehingga biji dan jumlah polong akan berkurang beratnya 10 hingga 90 persen. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phakopsara pachyrhizi. Dikutip dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian

Serangan penyakit karat daun pada kedelai menyebabkan daun terdapat bercak kecil berwarna cokelat kemerahan. Bercak mulai terlihat pada daun bagian bawah. Kemudian berubah menjadi coklat, lalu membentuk  pustule.

Baca Juga: Kenali Penyakit Karat Daun Kedelai, Penyebab dan Pengendaliannya
Hambat Fotosintesis, Begini Tangkis Penyakit Tepung Palsu pada Anggur



Pustule yang telah matang akan pecah dan mengeluarkan tepung yang warnanya seperti karat besi. Tepung ini merupakan kantung spora yang disebut uredium berisikan uredospora. Penyakit ini berkembang cepat pada tanaman mulai berbunga.

Serangan penyakit bermula dari bawah, lalu berkembang ke daun bagian atas dengan bantuan percikan air atau angin. Kelembapan udara yang sangat tinggi dan suhu malam hari 20 hingga 25 derajat celcius merupakan iklim yang sesuai untuk penyakit berkembang.

Nah, Sobat Agri ingin tahu bagaimana pengendalian penyakit karat daun? Ya, pengendalian dapat dilakukan dengan cara antara lain, menanam varietas toleran, tanam serempak, rotasi tanaman, aplikasi fungisida nabati, aplikasi agens hayati dan aplikasi fungisida berbahan aktif triadimefon dan mankozeb.

Video Terkait