Lagi, Singapura Tarik Telur Impor Malaysia Akibat Terdeteksi Bakteri

Ilustrasi Telur. (Freepik)

Editor: Dera - Senin, 22 Maret 2021 | 10:15 WIB

SariAgri - Badan Pangan Singapura (Singapore Food Agency/ SFA) mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella enteritidis dalam telur yang diimpor dari Linggi Agriculture, Malaysia.

Singapura memutuskan untuk menarik kembali telur impor yang tercemar bakteri tersebut karena dikhawatirkan dapat menyebabkan keracunan makanan. Melansir The Straits Times, Telur-telur yang tercemar bakteri memiliki cap yang bertuliskan "CEM014"

Bakteri Salmonella enteritidis diketahui menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan jika dikonsumsi mentah atau setengah matang. Oleh karena itu, SFA menyarankan agar memasak telur secara menyeluruh atau matang dan segera pergi ke dokter jika merasa sakit setelah memakannya.

SFA juga memerintahkan empat importir untuk menarik kembali produk telur tersebut sebagai tindakan pencegahan. Adapun perusahaan importir yang dimaksud adalah An Hong Egg Supplies, Chuan Huat Poultry Farm, Dasoon dan FE Supply. Impor dari Malaysia telah dihentikan hingga tidak ada lagi telur yang terkontaminasi.

Bakteri Salmonella enteritidis dapat berada di dalam ataupun di cangkang telur. SFA mengatakan bahwa panas mampu menghancurkan bakteri sehingga telur yang terkontaminasi harus dimasak dengan matang agar aman dikonsumsi.

Bakteri itu dapat menyebabkan penyakit dengan gejala seperti diare, sakit perut, demam, mual dan muntah. Walaupun infeksi bakteri mereda dalam waktu seminggu, tetapi bisa mengakibatkan masalah serius pada kelompok tertentu seperti orang tua, anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Baca Juga: Lagi, Singapura Tarik Telur Impor Malaysia Akibat Terdeteksi Bakteri
Terkontaminasi Bakteri, Badan Pangan Singapura Minta Penarikan Telur Impor

Pada 12 Maret lalu, SFA memerintahkan penarikan kembali telur-telur yang berasal dari Lapis Lay Hong Berhad Jeram karena adanya bakteri yang sama. Batch awal telur yang terkena dampak memiliki kode peternakan "CES008" dan peternakan yang terkait juga telah ditangguhkan.

Setelah penarikan kembali, Departemen Layanan Hewan Malaysia mengadakan sesi perjanjian dengan manajemen Lay Hong dan mereka setuju untuk selalu menerapkan tindakan perbaikan dan pemantauan, serta meningkatkan kontrol biosekuriti. Perusahaan itu kemudian mengatakan bahwa lima peternakan lainnya di Selangor Malaysia telah dites negatif untuk bakteri salmonella.

Video Terkait