Indonesia Masih Jauh dari Swasembada Gula

Pangan - Ilustrasi Gula (Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 20 Maret 2021 | 12:00 WIB

SariAgri - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan bahwa selain gula dipergunakan untuk konsumsi, sebenarnya gula sangat berpengaruh dalam sumber devisa bagi negara melalui bisnis industri.

“Selama produksi gula dari industri dalam negeri belum mencukupi, opsi impor akan menjadi pilihan pemerintah untuk stabilisasi harga dan memenuhi pasokan,” ujarnya dalam Webinar PERAGI dengan tema ‘Gula Tebu: Swasembada Atau Impor Terus’, Sabtu (20/3).

Musdhalifah memaparkan bahwa Pemerintah terus berjuang agar bisa mewujudkan swasembada gula, di mana program tersebut telah dicanangkan sejak 2004. Dikatakannya, tantangan, hambatan teknis dan non teknis akan terus diberikan solusinya secara bertahap, sehingga swasembada pangan bisa terpenuhi.

“Gambaran dari perkebunan (tebu) kita mengalami tantangan, karena kita lihat rendemen kemudian areal dan lain-lain itu, kita akan membagikan ada yang di dalam Jawa dan di luar Jawa karena pada saat ini produksi gula di Jawa tadinya di dominasi oleh PTPN, tetapi dalam berjalan waktu swasta banyak sekali masuk di Jawa 7-8 perusahaan, kemudian di luar Jawa juga berkembang perusahaan swasta yang cukup besar, sehingga kalau kita lihat dari produksinya itu terjadi dinamika yang cukup tinggi,” jelasnya.

Musdhalifah menjelaskan, area perkebunan tebu Indonesia tersisa 400.000 hektar, sementara di Thailand besaran perkebunan tebunya mencapai satu juta hektar bahkan di Brazil mencapai 10 juta hektar. Menurutnya, dari besaran lahan itu untuk penduduk Indonesia yang sangat besar tentu terjadi kekurangan pasokan.

“Sejak tahun 2004 kita sampaikan bahwa kita butuh 400.000 hektar lagi, dan kemudian saat ini kita sebut lagi kita butuh 600.000 hektar perkebunan tebu tadi, nah ini bagaimana mewujudkannya. Kalau kita lihat dari perkembangan luas areal perkebunan tebu di Jawa terjadi penurunan 3,75 persen sedangkan di luar Jawa terjadi peningkatan 2,74 persen. Jadi penurunan dan peningkatan itu belum setara, sehingga kita masih harus meningkatkan area perkebunan tebu kita,” terangnya.

Baca Juga: Indonesia Masih Jauh dari Swasembada Gula
Peremajaan Sawit Rakyat Ditargetkan Tercapai Pada 2021

Musdhalifah menambahkan produksi gula Indonesia rata-rata sebesar 2-2,5 juta ton per tahun, menurutnya, belum sebanding dengan kebutuhan gula nasional yang mencapai 6 juta ton per tahun dan diproyeksikan akan terus meningkat.

“Kita mendorong agar industri pengguna gula itu terus bertumbuh, kalau kita lihat kopi, ekspornya kopi tapi sebenarnya didalamnya mengandung gula yang sangat banyak. Ini menjadi landasan kita harus bekerja keras untuk mewujudkan swasembada gula, meskipun itu suatu hal yang masih jauh tapi paling tidak kita meningkatkan produksi dan produktivitas kita di dalam negeri,” tandasnya.

Video Terkait